Waspadai Dehidrasi di Musim Haji

Jumlah anggota jemaah haji asal Indonesia yang meninggal di Tanah Suci lebih dari 600 orang pada tahun lalu. Pada tahun ini, sepuluh anggota jemaah sudah berpulang sampai kemarin. Suhu udara yang panas menjadi salah satu faktor pemicu. Mayoritas anggota jemaah haji tersebut sudah memiliki penyakit bawaan, seperti diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan. Cuaca yang sangat panas dengan kelembapan rendah membuat kondisi kesehatan mereka makin rentan. Dokter spesialis kejiwaan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Miftakhul Huda, mengatakan anggota jemaah haji yang memiliki risiko tinggi dengan masalah psikiatri menjadi sangat rentan di bawah suhu udara yang sangat panas. Menurut dia, dehidrasi menjadi faktor yang memperberat kondisi pasien. “Di sini panas, kelelahan, kurang cairan, merasa sendiri di negara lain, tidak ada yang dikenali, kesulitan dalam berbahasa, jauh dari keluarga, akan mempengaruhi peningkatan stres,” kata dia. Menurut Huda, kondisi ini juga sulit bagi anggota jemaah berusia lanjut yang rentan terhadap perubahan situasi, baik eksternal maupun internal. Misalnya, perubahan situasi dalam tubuh karena kekurangan cairan.

Kerentanan ini akan semakin tinggi jika lansia tersebut juga memiliki penyakit yang menyertainya. “Karena akan meningkatkan stres,” kata dia. Sejak dibuka pada 17 Juli 2018, KKHI telah merawat 17 pasien psikiatri. Mayoritas pasien yang dirawat adalah anggota jemaah laki-laki. Menurut Huda, kasus psikiatri umumnya dipicu oleh kondisi sosial dan lingkungan yang berbeda antara Indonesia dan Arab Saudi. Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit juga dapat menyebabkan jemaah haji mengalami perubahan tingkah laku. Hal ini dialami oleh seorang anggota jemaah haji asal Indonesia yang mengamuk di jalan, pekan lalu. Direktur KKHI Muhammad Yanuar mengatakan tidak semua anggota jemaah haji yang tiba-tiba mengamuk disebabkan oleh penyakit kejiwaan. “Ini ciri khas orang yang mengalami dehidrasi. Dia seolah-olah mengalami gangguan jiwa, padahal karena kekurangan cairan dalam tubuhnya,” kata dia. Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusup Singka, ratarata suhu di Arab Saudi pada saat musim haji akan mencapai 53 derajat Celsius.

lANJUT KEBAGIAN 2