Waspadai Dehidrasi di Musim Haji Bagian 2

Suhu udara yang sangat panas ini dapat menyebabkan jemaah haji rentan terserangheatstroke. Karena itu, Eka meminta calon anggota jemaah betul-betul menyiapkan kesehatan secara prima, baik kesehatan fisik maupun mental. “Perbanyak latihan sebelum berangkat ke Tanah Suci,” kata dia. Eka mengatakan jemaah harus mewaspadai udara panas dengan cara selalu memakai alas kaki, pelembap kulit, dan membawa air minum. Selain itu, dia meminta jemaah memperhatikan kesehatan dengan mengkonsumsi buahbuahan. “Hindari makan makanan yang sudah basi,” kata dia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu merilis panduan untuk mengatasi musim panas yang sangat menyengat. Menurut WHO, suhu tinggi akan mempengaruhi banyak orang, terutama lansia, bayi, pekerja lapangan, dan mereka yang menderita sakit kronis. Suhu tinggi dapat memicu kelelahan ekstrem yang berbahaya bagi penderita penyakit kardiovaskuler, ginjal, pernapasan, dan penderita penyakit mental.

Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, efek negatif ini sebagian besar dapat dicegah dengan praktik kesehatan yang baik. WHO menyarankan orang untuk tetap tenang menghadapinya. Selain itu, masyarakat dianjurkan menggunakan pakaian ringan dan longgar dan minum teratur agar tubuh tetap terhindar dari dehidrasi, sambil menghindari konsumsi kafein. Musim panas dengan panas yang sangat menyengat tidak hanya dialami oleh masyarakat di Arab Saudi. Gelombang panas tahun ini juga terjadi di daratan Eropa dan telah memecahkan rekor suhu di empat benua non-tropis di dunia. WHO mencatat pada 2003, ada 70 ribu orang meninggal di Eropa akibat gelombang panas yang terjadi pada Juni-Agustus. Sementara itu, pada 2010 tercatat ada 56 ribu kematian akibat gelombang panas selama 44 hari di daratan Rusia. Dalam panduannya,WHO mengatakan masyarakat harus mewaspadai gejala pusing, lemah, cemas, sangat haus, dan sakit kepala. Dalam kondisi lebih lanjut penderitanya akan mengalami kulit yang terasa panas terbakar, kering, mengigau, kejang-kejang, hingga tak sadarkan diri. Dalam kondisi ini, penderita harus dibawa ke tempat sejuk secepat mungkin dan diberikan asupan cairan. Disarankan untuk meminum larutan yang mengandung elektrolit dan segera mencari bantuan jika mengalami kram saat panas berlangsung lebih dari satu jam. Di Arab Saudi juga telah di sediakan tim medis darurat, dan tempat beristirahat darurat bila jamaah terserang dehidrasi. Di tempat istirahat darurat tersebut di bekali dengan AC yang di jalankan dengan menggunakan genset perkins 10 KVA