Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) untuk Anak



Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Untuk mendapatkan kekebalan terhadap ketiga penyakit, yaitu: difteri, pertusis, dan tetanus. Terdapat 2 jenis vaksin DPT:

1. Dengan kandungan seluruh sel kuman pertusis (whole cell pertussis), disingkat DTwP. Vaksin inilah yang tersedia di posyandu dan puskesmas.

2. Vaksin yang tidak mengandung kuman pertusis, tapi berisi komponen spesifk toksin dari kuman pertusis, disebut sebagai aseluler pertusis, disingkat DTaP. Keuntungan vaksin ini, memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan dibanding vaksin whole cell.

Jadwal & Aturan Pemberian:

• Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali. Dosis pertama pada usia lebih dari 6 minggu dengan interval 1—2 bulan untuk pemberian selanjutnya. Tidak diberikan pada bayi kurang dari usia 6 minggu karena respons terhadap pertusis tidak optimal. Vaksin dengan dosis 0,5 ml disuntikkan di otot paha. Dapat diberikan vaksin DTaP atau DTwP atau kombinasi dengan vaksin lain.

• DTaP atau DTwP, imunisasi DPT ulangan (booster) diberikan 1 kali pada usia 18 bulan dan diulang lagi ketika usia 5 tahun.

• Untuk anak umur lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td dan di-booster setiap 10 tahun.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Umumnya dapat terjadi demam ringan, nyeri, kemerahan atau pembengkakan di tempat penyuntikan. Untuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam bisa diberikan parasetamol. Pembengkakan di tempat penyuntikan bisa dikurangi dengan kompres air hangat. Jika terjadi reaksi anafi laksis berat atau ensefalopati dengan gejala hiperpireksia, hipotonik-hiporesponsif dalam 48 jam, anak menangis terus-menerus selama 3 jam lebih dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah pemberian DPT, maka dapat diberikan vaksin DT (vaksin pertusis tidak digunakan lagi).