Semakin Awet dan Cepat

Teknorus.com – Perkembangan zaman membuat manusia tidak dapat terlepas dari smart- phone. Aktivitas seharihari pun 90% didominasi oleh interaksi dengan ponsel. Mulai dari yang bersifat hiburan hingga kantoran. Daya tahan baterai pun dibutuhkan. Agar semua kegiatan tak terganggu saat dijalankan.

Baca juga : Gudang Movie

Banyak perusahaan smartphone pun mengembangkan beragam teknologi baterai. Tujuannya, agar smartphone dapat awet dan pengisian daya cepat penuh. Berikut ulasannya. Qualcomm Quick Charge 2.0 Qualcomm Quick Charge 2.0 adalah generasi berikutnya dari teknologi pengisian cepat untuk perangkat yang didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdagon.

Dengan pangsa pasar untuk perangkat yang lebih kuat saat ini, baterai Li-ion meningkatkan kapasitas untuk memperpanjang usia baterai. Teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0, adalah teknologi yang dapat mempersingkat pengisian daya smartphone Anda. Dalam tes laboratorium yang menggunakan baterai 3300 mAh, teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0 dapat mengisi hingga 60% dalam kurun setengah jam.

Sementara teknologi sebelumnya, Qualcomm Quick Charge 1.0, hanya dapat mengisi hingga 30% dalam kurun setengah jam. Sedangkan teknologi konvensional hanya dapat mengisi hingga 12% dalam waktu yang sama. Dari data tersebut, dengan menggunakan teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0, Anda dapat mengisi daya smartphone 5x lebih cepat dari teknologi konvensional.

Ini membuktikan bahwa teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0, merupakan teknologi mutakhir yang dapat mengisi daya smartphone Anda secara cepat, dengan tempo waktu yang singkat. Smartphone yang menggunakan teknolgi Qualcomm Quick Charge 2.0 seperti Sony Experia Z3, Droid Turbo, HTC One, Nexus 6, Samsung Galaxy Note 4, dan Sony Experia Tablet Z2. VOOC Rapid Charge VOOC Rapid Charge merupakan teknologi yang diperkenalkan Oppo sebagai solusi pengisian daya secara cepat di smartphone Anda.

Dengan menggunakan teknologi VOOC Rapid Charge, baterai dapat mengisi hingga 75% persen hanya dalam waktu setengah jam. Teknologi VOOC Rapid Charge mempunyai 16 hak paten, sehingga tak heran adapter Oppo berbeda dengan adapter smartphone lainnya. VOOC Rapid Charge dikendalikan oleh sebuah chip yang bernama MCU. Chip tersebut terdapat di dalam sebuah adapter. MCU mempunyai tugas untuk mengontrol konversi dan tegangan arus listrik yang masuk ke dalam perangkat Oppo.

Selain itu MCU menjalankan pengendalian pada output tegangan arus listrik ke port USB, sel baterai, dan kabel data. Untuk menjamin keamanan pada saat pengisian, Oppo memberikan dua pengaman panas pada kabel, baterai, adapter, dan ponsel. Pengaman ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya konslet atau hubungan arus pendek, saat proses pengisian daya ke perangkat Oppo.