Rumah Knockdown Murah dan Cepat

Bukan hanya furnitur yang punya teknologi knockdown. Rumah pun bisa dirakit di lokasi dengan mudah dan sangat cepat, layaknya merakit permainan Lego. T ahukah Anda bahwa kebutuhan rumah tinggal di Indonesia sangat tinggi? Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, kebutuhannya mencapai 3,5% per tahun, atau sekitar 729.000 unit per tahun.

Baca juga : outdoor furniture

Tiap tahun kebutuhan ini terus meningkat dan tahun ini (2014) diperkirakan mencapai 13 juta unit rumah. Tentu, kebutuhan ini harus dijawab dengan percepatan pembangunan rumah yang harganya terjangkau. Dengan latar belakang ini, Puslitbang Permukiman, yang bernaung di bawah Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum, mengembangkan produk yang dikenal dengan nama RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). RISHA menjadi begitu istimewa karena rumah bisa dirakit di lokasi dengan sangat cepat.

Komponenkomponen yang digunakan merupakan buatan pabrik sehingga kualitas terjamin. “Jika semua komponennya sudah tersedia, pengerjaan satu unit rumah seluas 36m2membutuhkan waktu 3 hari,” kata Dr. Ir. Arief Sabaruddin, CES., Peneliti Madya Bidang Perumahan dan Permukiman Pusat Litbang Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum. Tidak hanya itu, harga rumah knockdown juga sangat murah. “Hanya Rp1,4 juta/m2. Untuk rumah siap huni seluas 36 m2, biayanya Rp50,4 juta,”ujar pencetus RISHA ini.

Panel Beton untuk Struktur

Keunggulan RISHA terletak pada sistem strukturnya. Tidak seperti rumah pada umumnya, komponen struktur utamanya berupa panel beton bertulang yang terdiri dari 3 ukuran, yakni panel P1 berukuran 10cm x 30cm x 120cm, panel P2 berukuran 10cm x 20cm x 120cm, dan panel P3 (simpul) berbentuk “L”, dengan ukuran 10cm x 30cm x 30cm.

Ketiga jenis panel beton itulah yang digunakan untuk membuat konstruksi sebuah rumah, tidak ada bahan lain. Bahkan, untuk pondasi dan sloof, panel-panel itu juga yang dimanfaatkan. Panel-panel ini kemudian digabungkan dengan baut biasa yang banyak ditemukan di pasaran. Baut yang digunakan untuk merakit panel-panel struktur ini berdiameter 12mm, sedangkan untuk bagian nonstruktural berdiameter 10mm. Untuk pondasi, agar tak berkarat, sebaiknya digunakan jenis baut galvanis.