Meet Up Kedua idGeekGirls

Mengusung tema “Food & Social Media”, acara meet up komunitas yang beranggotakan wanita geek mengajak pengguna media sosial untuk lebih “melek” dengan tren narsis makanan ini. Belakangan, kita sering disuguhkan dengan berbagai foto makanan yang di-share dalam media sosial seperti instagram, path, Twitter, dan Facebook. Selain untuk narsis, mereka juga melakukannya untuk memberikan rekomendasi tempat makan yang sedang hype. Lantas, apa hubungan antara makanan dan media sosial? hal tersebut menjadi fokus utama gelaran idGeekGirls Share #2 yang digelar Sabtu (12/4) silam.

Acara yang diselenggarakan oleh komunitas idGeekGirls ini menghadirkan Leon Ray (chef Rumah Makan Legoh & drummer Koil), Ratri Adityarani (co-Founder Nyicip.com), Sissy (Founder idGeekGirls), dan Andri Yadi (cEo dycode) sebagai pembicara. Banyak di antara peserta yang hadir merupakan pemilik atau pengusaha yang bergerak di bidang food & beverages. Namun, tak jarang pula blogger yang hadir dalam acara yang digelar di 90 Gourmet, Bandung, tersebut. Acara ini lebih banyak membahas efek yang muncul dari tren pamer foto makanan di media sosial. Sissy membuka acara dengan memperkenalkan idGeekGirls yang didirikannya setahun silam. “Kami ingin mengajak perempuan indonesia jadi pengguna teknologi yang pintar dan bijaksana melalui kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya adalah acara ini,” ujar Sissy. Ratri kemudian meneruskan dengan menjabarkan hobi makan-makannya yang dituangkan dalam blog bernama Nyicip.com. “Saya ini lemah dengan jajanan karena gampang mata. Akhirnya tercetuslah gagasan untuk membuat Nyicip.com,” ujarnya.

Kotak saran

hal menarik datang dari Leon Ray. chef di Rumah Makan Legoh yang juga seorang musisi ini menyebutkan bahwa foto-foto yang di-share oleh pengunjung rumah makannya amat penting untuk promosi rumah makan yang dimilikinya tersebut. “Saya bahkan sering menggunakan foto yang ada di media sosial untuk sarana promosi kami (Rumah Makan Legoh),” tukas Leon Ray. Tak jarang, berbagai saran dan keluhan juga sering disampaikan pengunjung Rumah Makan Legoh melalui account media sosial resmi mereka

Manfaat Baby Spa untuk Bayi

Stimulasi dini pada bayi dibutuhkan untuk mendukung kematangan seluruh saraf tubuh dan membantu kerja otak sehingga anak dapat mencapai kecerdasan majemuk di masa depan. Kematangan struktur otak merupakan kunci bagi perkembangan fungsi sistem indra, gerak, dan kognitif manusia. Agar otak berfungsi maksimal, dibutuhkan kematangan saraf untuk membantu sistem kerja otak tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan stimulasi dini pada bayi untuk membantu kerja otak dan kematangan seluruh saraf tubuhnya. Melalui stimulasi dini, sel-sel otak dirangsang sehingga berkembang dengan baik. Untuk diketahui, otak terdiri atas 3 bagian besar dengan fungsi yang berbeda-beda. Komponen terbesar dari otak disebut cognitive brain atau otak pembelajar.

Bagian ini merupakan area terbesar yang mengatur kecerdasan bahasa dan gerak si kecil. Sedangkan bagian lainnya berhubungan dengan kecerdasan visual, pendengaran, dan sebagainya. Banyak bagian di dalam otak yang harus distimulasi melalui rangsangan agar diperoleh hasil yang maksimal. Nah, salah satu cara untuk menstimulasi kemampuan bicara dini pada anak, salah satunya dengan menerapkan konsep neuroliterasi. Neuroliterasi merupakan bagian dari neurosains, yaitu ilmu dasar yang mengkaji otak, saraf sebagai organ, serta bagaimana organ tersebut berfungsi, termasuk gangguan yang mungkin terjadi pada organ. Pendekatan neuroliterasi penting untuk perkembangan kecerdasan anak karena area struktur otak jadi berfungsi secara berkesinambungan. Ini sejalan dengan tahapan perkembangan bahasa bayi yang bermula dari kemampuan bayi mengeluarkan berbagai bunyi atau babbling, diawali dari bunyi “labial” (bibir), “dental” (gigi), dan seterusnya hingga organ dalam mulut lainnya. Selanjutnya, kemampuan ekspresi bayi dalam menyampaikan bunyi-bunyian berkembang hingga membentuk suku kata menjadi kata dan menjadi kalimat.

Tips Menjadi Ibu yang Sabar Bagi Anak

Pertemuan pagi itu menjadi seru karena Rini Suri (32) bercerita pengalamannya selama 20 hari menjadi mommy bagi putrinya, Berenice Filippa (1,6), tanpa bantuan pengasuh ataupun asisten rumah tangga. Semuanya dilakukan sendiri bersama pasangannya, Hendrik Aeng (36). Dua puluh hari itu adalah waktu libur panjang hari Raya Idul Fitri lalu, dari akhir Juli sampai awal Agustus. “Saya sempat kewalahan, kok Beren sulit sekali makannya. Padahal kalau saya tanya ke suster selalu ceritanya, makanannya habis dan minta tambah. Saya sempat putus asa, kenapa saat dengan saya kok makannya susah.

Semua aturan tentang makan yang dijalankan oleh suster, tidak berhasil saya terapkan. Makan tidak pernah bisa duduk di kursi makannya, harus ke taman sambil main. Padahal Beren sudah bisa tertib duduk di meja makan sebelumnya,” kisahnya menggebu. Sesungguhnya, Rini bukan tergolong ibu yang menyerahkan semua pengasuhan dan urusan putrinya kepada staf rumah tangga atau pengasuh. Wanita yang berprofesi sebagai model dalam kesehariannya ini mengaku selalu mengambil alih tugas pengasuhan Beren setiap masuk rumah seusai bekerja. Sampai-sampai sempat terlintas dalam benaknya, apakah ini hukuman dari Beren karena dirinya kurang memberikankan perhatian sehingga saat dipegang langsung oleh orangtuanya malah jadi sulit sekali. Namun, Rini bersyukur karena berhasil mendapat ilmu dalam pengasuhan anak, yakni harus ekstra sabar. “Ternyata masih banyak anak yang lebih rewel dari Beren,” tutur Rini yang mengaku sempat mengamati perilaku beberapa anak yang ternyata malah kerap meronta-ronta saat makan

Beragam Resiko Usaha Laundry Yang Harus di Hadapi

Dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis banyak faktor yang menjadi penghambat. Namun segala macam tantangan dapat di lewati jika kita tekun, ulet, sabar dan teliti dan mencari solusi. Usaha jenis apapun pasti terdapat hambatan, termasuk juga pada sektor laundry. Terdapat beragam resiko usaha laundry, namun setiap resiko pasti ada jalan keluarnya. Bagi kamu yang ingin memulai usaha laundry dalam skala kecil, sebaiknya baca dulu ulasan ini.

Resiko Usaha Laundry

Usaha laundry kiloam termasuk jenis usaha yang memiliki prospek cerah dan tidak ada matinya, sebab setiap harinya pakaian kotor selalu ada dan tidak semua orang mau mencuci sendiri karena beragam sebab. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kamu bisa memiliki beberapa cabang. Namun dibalik semua itu, bisnis laundry juga terdapat beragam resiko yang harus dilalui oleh para pelaku bisnis ini.

Beragam masalah pada bisnis laundry kiloan jika tidak disikapi dengan bijak bisa menjadi awal kehancuran. Oleh sebab itu untuk kamu yang akan berkecimpung di bisnis laundry, tidak adala salahnya untuk menyimak dengan teliti beberapa masalah dan solusinya di bawah ini.

Beberapa Macam Resiko Pada Usaha Laundry

Masalah Pada Kompetitor
Setiap peluang usaha yang memiliki profit besat, pasti ada kompetitor yang menimbulkan persaingan ketat. Termasuk juga pada laundry, kompetitor tidak hanya berasal dari pelaku usaha kecil, sekarang banyak juga perusahaan besar yang merambah kedunia bisnis yang satu ini. Untuk menghadapi hal ini, pandanglah kompetitor dari sisi positifnya. Kita bisa mengamati seperti apa strategi yang digunakan kompetitor, kemudian contek strategi tersebut agar usaha kita ikut sukses.

Masalah Pada Listrik
Perlenkapan laundry seperti mesin cuci dan setrika memerlukan listrik agar bisa digunakan. Padahal di Indonesia masih kerap terjadi pemadaman listrik tiba-tiba. Bilamana listrik padam dalam waktu yang lama, tentu peralatan tersebut tidak bisa digunakan dan pekerjaan jadi terlambat diselesaikan. Solusinya, pergilah ke toko genset surabaya dan cari genset yang sesuai kebutuhan. Dengan begitu saat listrik mati mesin cuci dan setrika tetap bisa digunakan karena ada listrik dari genset.

Biaya Perawatan
Mesin cuci yang terus menerus digunakan tentunya akan mengalami penurunan pada kualitas. Dampaknya mesin suatu saat akan mengalami kerusakan dan harus di perbaiki. Biaya untuk perbaikan ini sangat bervariatif, sangat bergantung pada jenis kerusakan yang dialami. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya apabila membeli mesin cuci dengan kualitas kelas wahid dan bergaransi. Memang awalnya membutuhkan banyak modal, namun kita bisa menghemat biaya perawatan bila membeli mesin cuci yang kualitasnya bagus.

Nah itulah beberapa kendala pada bisnis laundry yang harus di hadapi. Tenang, setiap masalah pasti ada jalan keluar yang bisa di temui. Sudah siapkah kamu untuk memulai bisnis ini ?

Harga Genset Yanmar Diesel Terbaru

Variasi harga yang dimiliki oleh genset yanmar ini sangatlah banyak. Dimulai dari yang berkapasitas 5 Kva hingga yang berkapasitas 50 Kva dan lebih pun juga masih banyak. Oleh karenanya genset yanmar ini menjadi salah satu genset terbaik yang memiliki harga terjangkau. Selain harga genset yanmar diesel yang bervariasi. Kualitas barang dari genset yanmar ini pun memang sudah terjamin oleh pabrikannya.

Harga Genset Yanmar Diesel

Mesin yang dibuat di Jepang ini memang sangatlah kuat mengenai ketahanannya. Tak diragukan lagi bahwa mesin ini mampu bertahan hingga mencapai 2000 jam lamanya. Dalam sehari pun anda bisa memaksimalkan segala aktivitas yang menggunakan mesin genset ini. Karena mesin genset ini sangatlah bagus dalam kualitas maupun ketahanan yang diberikan. Tak sedikit mesin genset yanmar ini memenuhi pasarannya.

Kualitas dari genset yanmar ini pun tak bisa diremehkan. Banyak keunggulan yang dimilikinya. Berikut beberapa keunggulan yang bisa anda letakkan di rumah anda.

Kelebihan Genset Yanmar Diesel

  • Mesin yang bertenaga kuat

Memiliki mesin yang bertenaga menjadikan genset yanmar ini sangatlah diperhitungkan sebelum banyaknya orang membeli. Pabrikan asal jepang ini membuat mesin genset diesel ini dengan berbagai perhitungan yang memang sangat baik untuk segala kondisi. Dapat bertahan hingga 2000 jam lamanya adalah salah satu bukti, bahwa genset yanmar ini sangat direkomendasikan untuk anda.

  • Mesin yang ramah lingkungan

Memiliki brand yang ramah lingkungan menjadikan genset yanmar bertipe silent ini sangat dicari oleh banyak orang. Tak hanya selain kelebihannya saja, melainkan mesin yang dimiliki genset ini sangat ramah terhadap lingkungan sekitar. Tidak menimbulkan kebisingan suara pun juga menjadikan salah satu sebab bahwa mesin ini sangat ramah terhadap lingkungan.

Mesin yang diciptakan oleh manusia tak pernah ada yang sempurna sekalipun. Bahkan genset yanmar ini juga memiliki kekurangan.:

Kekurangan dari Genset Yanmar

  • Tidak mampu untuk digunakan dalam skala besar

Genset yanmar dengan kekuatan 5 Kva ini merupakan genset yang memiliki kapasitas kecil. sehingga genset ini tidak mampu untuk digunakan dalam skala yang lebih besar dibandingkan rumah.

  • Harga terbaru genset yanmar diesel yang cukup mahal

Terpantau harga genset yanmar diesel ini sangatlah bervariatif. Mulai dari 10 jutaan, hingga yang bernilai sekitar 100 jutaan. Namun, dari berbagai harga tersebut juga menentukan kualitas dari barang yang anda beli.

Pengertian Vaksin MMR dan Vaksin HiB untuk Anak



Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella)

Memberikan kekebalan terhadap tiga penyakit berikut mumps (gondongan, parotitis), measles (campak, morbili, rubeola), dan rubella. Dari ketiga penyakit ini, rubella adalah penyakit yang ditakuti karena dapat menimbulkan komplikasi pada awal kehamilan. Pencegahan terjadinya sindrom rubella kongenital merupakan tujuan pemberian imunisasi rubella sehingga sangat dianjurkan pemberiannya terutama pada anak perempuan. Sebaliknya untuk anak laki-laki, penyakit mumps dapat mempunyai komplikasi infeksi orkitis/peradangan testis walau dampak menjadi steril (mandul) jarang ditemukan.

Jadwal Pemberian:

Dapat diberikan pada usia 12 bulan bila pada usia 9 bulan belum mendapat imunisasi campak. Selanjutnya dilakukan imunisasi MMR ulangan pada usia 5—7 tahun.

Aturan Pemberian:

• Diberikan dengan dosis 0,5 ml lewat suntikan intramuskular atau subkutan dalam.

• Vaksin MMR mengandung virus hidup sehingga pemberiannya harus ditunda lebih kurang satu bulan setelah imunisasi terakhir bila si bayi telah mendapatkan vaksin hidup lain.

• Tetap boleh diberikan walau anak ada riwayat terkena penyakit campak, gondongan dan rubela, ataupun sudah pernah di imunisasi campak. Tidak ada efek imunisasi yang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat imunisasi terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini.

• Kontraindikasi pemberian vaksin MMR sama dengan kontraindikasi pemberian vaksin hidup lainnya.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Dapat terjadi demam, ruam, dan lesu yang muncul 1 minggu setelah imunisasi dan berlangsung selama 2—3 hari. Untuk mengurangi demam dapat diberikan parasetamol pada masa 5—12 hari setelah imunisasi. Kejang demam timbul pada 0,1% anak. Meningoensefalitis (radang otak) terjadi kurang dari 1 per 1 juta anak.

Vaksin HiB (Haemophilus influenzae type B)

Memberikan kekebalan terhadap infeksi bakteri Haemophilus infl uenzae tipe B (HiB) sebagai penyebab berbagai penyakit serius dan kematian terutama pada bayi kecil, seperti: radang selaput otak (meningitis), radang paru-paru (pneumonia), dan sulit bernapas akibat epiglotitis (infeksi dan pembengkakan katup tulang rawan di dalam tenggorokan yang menutup saat kita menelan, agar makanan tidak masuk dalam tenggorokan). Jadwal & Aturan Pemberian: Diberikan sebanyak 3 dosis sejak usia 2 bulan, berikutnya usia 4 dan 6 bulan. Imunisasi ulangan (booster) pada usia 15—18 bulan. Pemberian dapat dikombinasikan dengan vaksinasi lain.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Kadang dapat dijumpai demam ringan, nyeri, dan bengkak pada bekas suntikan yang berlangsung sekitar 1—2 hari. Penanganan sama seperti pada vaksinasi lainnya. Vaksin PCV (Pneumococcal Vaccine) Memberikan kekebalan terhadap penyakit Invasive Peumococcal Diseases (IPD), yakni meningitis (radang selaput otak), bakteremia (infeksi darah), pneumonia (radang paru), dan infeksi invasif di tempat lain yang disebabkan oleh kuman pneumokokus yang terutama menyerang anak di bawah 2 tahun dan lansia.

Jadwal & Aturan Pemberian:

• Diberikan pada bayi usia 2, 4, 6 bulan dan imunisasi booster pada usia 15—16 bulan. Interval antara dua dosis 4—8 minggu.

• Bila anak datang setelah usia =7 bulan maka jadwal dan dosis pemberiannya dapat dilihat pada tabel di bawah.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Pada dasarnya aman diberikan, kadang dapat terjadi demam ringan, kurang dari 38°C, rewel, nafsu makan berkurang, muntah, diare, dan gatalgatal di kulit. Reaksi ini bisa hilang dengan sendirinya. Jika demam, beri obat penurun panas.

Vaksin Campak untuk Anak Anak



Vaksin Campak

Memberikan kekebalan terhadap komplikasi berat penyakit campak (measles atau morbili) seperti pneumonia dan ensefalitis. WHO menganjurkan imunisasi campak diberikan pada bayi berumur 9 bulan di negara berkembang karena angka kejadian campak yang masih tinggi.

Jadwal Pemberian:

• Pada program nasional diberikan 2 kali di usia 9 bulan dan ulangan (booster) di usia 24 bulan (Permenkes RI No. 42/2013).

• Imunisasi lanjutan diberikan saat anak masuk SD, usia 6 tahun (Program BIAS).

• Bila mendapat imunisasi MMR di usia 15 bulan, maka imunisasi campak umur 24 bulan tidak diperlukan.

Aturan Pemberian:

• Imunisasi campak dengan dosis 0,5 ml diberikan secara subkutan (bawah kulit), meski demikian dapat diberikan secara intramuskular (ke dalam otot).

• Bayi yang pernah menderita campak tetap boleh diberikan vaksin campak. Semua anak balita dan usia sekolah di daerah yang banyak kasus campak dan cakupan imunisasinya masih rendah harus mendapat imunisasi campak ulangan agar kekebalan berlangsung lama.

• Imunisasi campak tidak dianjurkan pada anak dengan imunodefi siensi primer, pasien TB yang tidak diobati, pasien kanker atau transplantasi organ, anak yang mendapat obat imunosupresi (obat penekan sistem imun) jangka panjang.

• Anak yang terinfeksi HIV tanpa imunosupresi berat dan tanpa bukti kekebalan terhadap campak, bisa mendapat imunisasi campak.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Telah menurun sejak digunakannya vaksin campak hidup yang dilemahkan. Gejalanya berupa demam hingga 39,5°C pada hari ke-5—6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. Ruam (bercak-bercak merah) dapat dijumpai pada 5% anak, timbul pada hari ke-7—10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2—4 hari. Reaksi berat seperti ensefalitis (radang otak) sangat jarang terjadi.

Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) untuk Anak



Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Untuk mendapatkan kekebalan terhadap ketiga penyakit, yaitu: difteri, pertusis, dan tetanus. Terdapat 2 jenis vaksin DPT:

1. Dengan kandungan seluruh sel kuman pertusis (whole cell pertussis), disingkat DTwP. Vaksin inilah yang tersedia di posyandu dan puskesmas.

2. Vaksin yang tidak mengandung kuman pertusis, tapi berisi komponen spesifk toksin dari kuman pertusis, disebut sebagai aseluler pertusis, disingkat DTaP. Keuntungan vaksin ini, memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan dibanding vaksin whole cell.

Jadwal & Aturan Pemberian:

• Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali. Dosis pertama pada usia lebih dari 6 minggu dengan interval 1—2 bulan untuk pemberian selanjutnya. Tidak diberikan pada bayi kurang dari usia 6 minggu karena respons terhadap pertusis tidak optimal. Vaksin dengan dosis 0,5 ml disuntikkan di otot paha. Dapat diberikan vaksin DTaP atau DTwP atau kombinasi dengan vaksin lain.

• DTaP atau DTwP, imunisasi DPT ulangan (booster) diberikan 1 kali pada usia 18 bulan dan diulang lagi ketika usia 5 tahun.

• Untuk anak umur lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td dan di-booster setiap 10 tahun.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Umumnya dapat terjadi demam ringan, nyeri, kemerahan atau pembengkakan di tempat penyuntikan. Untuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam bisa diberikan parasetamol. Pembengkakan di tempat penyuntikan bisa dikurangi dengan kompres air hangat. Jika terjadi reaksi anafi laksis berat atau ensefalopati dengan gejala hiperpireksia, hipotonik-hiporesponsif dalam 48 jam, anak menangis terus-menerus selama 3 jam lebih dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah pemberian DPT, maka dapat diberikan vaksin DT (vaksin pertusis tidak digunakan lagi).



Vaksin BCG untuk Anak



Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin)

Merupakan vaksin hidup yang sudah dilemahkan dari Mycobacterium bovis. Vaksinasi BCG tidak mencegah seseorang terinfeksi penyakit tuberkulosis, tetapi mencegah perkembangan penyakit tersebut dan mengurangi risiko terjadinya penyakit tuberkulosis berat seperti meningitis TB dan tuberkulosis miilier.

Jadwal & Aturan Pemberian:

• Satu kali saja pada usia kurang dari 3 bulan dan optimalnya di usia 2 bulan. Bila diberi setelah usia lebih dari 3 bulan, maka perlu dilakukan tes tuberkulin terlebih dahulu untuk mendeteksi apakah anak sudah terinfeksi kuman TB atau belum.

• Pada bayi dengan ibu posiitif menderita TB atau bayi yang berkontak erat dengan pasien TB, sebaiknya vaksinasi BCG ditunda dan diberikan INH proflaksis terlebih dahulu.

• Penyuntikan vaksin BCG dilakukan secara intradermal 0,1 ml untuk anak dan 0,05 ml untuk bayi baru lahir di lengan kanan atas atau paha.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Dapat menimbulkan bisul kecil dan bernanah di wilayah bekas suntikan yang akan sembuh dalam jangka waktu 2—3 bulan. Munculnya bisul menandakan imunisasi berhasil. Bisul perlahan akan sembuh dan menimbulkan jaringan parut dengan diameter 4—8 mm. Jika bisul tidak muncul, mungkin saja disebabkan oleh cara penyuntikan yang kurang benar. Meski demikian, antibodi dalam tubuh tetap terbentuk, hanya dalam kadar yang rendah. Namun, imunisasi BCG tidak perlu diulang lagi, karena di wilayah endemis TB, infeksi alamiah akan selalu terjadi.

Vaksin Hepatitis B untuk Anak



Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B menjadi ancaman bagi bayi-bayi Indonesia mengingat Indonesia termasuk negara endemis sedang-tinggi. Bayi yang terinfeksi virus hepatitis B berisiko lebih tinggi mengalami penyakit hati kronis dibandingkan orang dewasa yang terkena hepatitis B pada masa dewasa. Namun, penularan virus tersebut dapat dicegah dengan vaksinasi segera.

Jadwal & Aturan Pemberian:

• Diberikan 3 dosis. Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0, 1, 6 bulan karena respons antibodi paling optimal.

• Pemberian vaksin hepatitis B1 paling baik dalam 12 jam setelah bayi lahir, didahului pemberian suntikan vitamin K1 untuk mencegah terjadi perdarahan akibat defsiensi vitamin K.

• Vaksinasi hepatitis B berikutnya dapat diberikan dengan vaksin monovalen atau vaksin kombinasi. Jika diberikan hanya 2 kali atau 1 kali saja, maka imunisasi ini tidak maksimal dan dikhawatirkan virus hepatitis B masih bisa menyerang bayi. Sebagian bayi mungkin diberi 4 dosis jika menggunakan vaksin kombinasi (satu kali suntikan mengandung beberapa vaksin) yang mengandung hepatitis B.

• Bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg positif harus diberikan Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) bersamaan dengan vaksin hepatitis B di sisi tubuh yang berbeda (paha kiri dan kanan) kurang dari 12 jam setelah lahir. Untuk mencegah infeksi perinatal yang berisiko tinggi menjadi Hepatitis B kronik.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Hal ini termasuk jarang terjadi. Kalaupun terjadi biasanya dapat timbul demam yang tidak tinggi. Ada pula yang merasakan nyeri sendi atau mual. Kemerahan serta pembengkakan dapat terjadi pada tempat penyuntikan. Atasi gejala tersebut dengan memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Bila demam, kenakan pakaian tipis pada bayi. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air hangat. Jika reaksi tersebut menjadi berat dan menetap atau jika Mama Papa merasa khawatir, bawalah bayi ke dokter.