MENGHALAU ASTEROID DARI BUMI

Kota-Bunga.net – P eluang sebuah asteroid menghantam bumi saat ini masih kecil. Tapi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah bersiap mengenai cara menghalau benda langit itu jika benar-benar mendekati bumi. Dalam satu dekade mendatang, NASA akan menguji coba cara menghancurkan asteroid yang mengarah ke bumi atau membelokkan arahnya menjauhi bumi. Ada tiga skenario yang tengah disiapkan NASA untuk menyelamatkan bumi, bergantung pada ukuran asteroid dan waktu yang ada sebelum terjadi tumbukan. Yang pertama adalah gravity tractor, yakni melepas wahana luar angkasa cukup besar yang akan mengitari asteroid tersebut. Dengan begitu, diharapkan daya tarik wahana tersebut dapat mengubah jalur asteroid. “Metode seperti itu bisa berjalan bila wahana tersebut dapat mengumpulkan informasi mengenai seberapa berat asteroid agar daya tarik gravitasinya cukup besar untuk mengubah trayek asteroid tersebut,” ucap Lindley Johnson dari NASA, akhir bulan lalu. Skenario kedua adalah menghantamkan sebuah wahana nirawak ke asteroid, atau disebut sebagai kinetic impactor. Tujuannya, mengubah arah dan memperlambat laju asteroid. Menurut Johnson, metode ini akan diuji coba dalam program NASA bernama Double Asteroid Redirection Test, yang akan berlangsung pada musim panas 2021 mendatang. Yang ketiga adalah dengan menggunakan senjata nuklir. Wahana yang mengangkut bahan nuklir ditembakkan ke arah asteroid agar jalurnya berubah atau membuatnya menjadi kepingan kecil-kecil agar, saat masuk ke atmosfer bumi, serpihan asteroid itu habis terbakar. Dalam sebuah laporan, NASA menyebutkan berencana melakukan uji coba ini, terutama teknik dengan gravity tractor dan kinetic impactor karena dianggap lebih aman.

Apalagi uji coba tersebut akan dilakukan dekat dengan orbit bumi. Dalam menghadapi ancaman asteroid ini, NASA juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEMA). Tujuannya, membantu memberi peringatan kepada orang-orang di mana pun yang akan menjadi tempat jatuhnya asteroid. Mereka bahkan telah menyiapkan skenario pertolongan yang harus dilakukan bila tumbukan benar-benar terjadi. Untuk memantau pergerakan setiap asteroid yang ada di sekitar bumi, NASA memanfaatkan teleskop raksasa yang ada di bumi. Teleskop ini dapat mendeteksi berbagai obyek yang mengancam bumi dan arahnya. Data yang diperoleh lantas dikirim ke jaringan internasional pengamat asteroid dan Badan Urusan Angkasa Luar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan begitu, negara yang berisiko terhantam asteroid bisa diperingatkan secara dini. “Berkat jaringan Internet, informasi tentang adanya ancaman dari sebuah asteroid dapat disebarkan secara cepat ke seluruh MENGHALAU ASTEROID DARI BUMI NASA menyiapkan skenario penyelamatan bumi dari hantaman asteroid. dunia,” kata Johnson.

“Saat ini informasi seperti itu tak bisa lagi ditutup-tutupi. Meski begitu, sesuai dengan prosedur yang kami miliki, keabsahan informasi harus dicek ulang agar tak terjadi kepanikan di masyarakat.” Kabar baiknya, hantaman asteroid yang bisa menghancurkan bumi tak akan terjadi dalam waktu dekat. “NASA telah mendeteksi adanya 95 persen asteroid berukuran sangat besar yang dapat menyebabkan kehancuran bumi, namun tak satu pun yang benar-benar mengancam dalam satu abad mendatang,” ucap Aaron Miles, yang bekerja untuk program ilmu pengetahuan di Gedung Putih, Washington. Miles menambahkan, penanganan yang tepat bila benar-benar terjadi tabrakan antara asteroid dan bumi bisa memperkecil jumlah korban jiwa. Bahkan, bila dikeluarkan peringatan lebih dini, korban jiwa bisa dihindari. “Tak seperti bencana alam lainnya, tumbukan asteroid dengan bumi sangat bisa diprediksi sebelumnya,” kata Miles.