Kolektif Artefak Wadah Desainer Lokal Bandung Bagian 2

Dengan menggunakan media sosial sebagai alat promosi yang paling efektif, lambat laun banyak desainer yang bergabung di Kolektif Artefak ini. Selain itu, komunitas ini juga aktif mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh pihak lain. Melalui pameran inilah, karya-karya para desainer lokal dipamerkan.

Kebanyakan yang bergabung di komunitas ini ialah pelaku industri kreatif dan industri start up, terutama yang berdomisili di Bandung. “Selain itu, ada juga dari kalangan mahasiswa desain yang ternyata mempunyai karya hasil tugas di kampus yang menurut kita layak untuk diangkat,” ujar Billy.

Beberapa nama desainerdesain yang aktif hingga saat ini ialah Gilang Luhur Mandiri, Agung Pramudya Wijaya, Bayu Edward (Asanka), Meizan Nataadiningrat (House The House), Febrie Ikhsan (Siklus), Dini Cinda Kirana (A.S.A.P), Agung Nugraha (Lycka), Febryan Tricahyo (Conture Indonesia), Gina Havier (Dys), Syam Rustaman, Bramantyo Anggasta, Bey Riffandie, Renzy Mughni, Fajar Lugina Putu, Andien Andriani, Amal Machali, Tazkia Azhari, dan Anne Devie.

Akan Ada Acara Besar Tahun Ini

Komunitas yang bermarkas di Jalan Aceh No.104 Bandung ini sering mengadakan workshop yang berhubungan dengan desain di Bandung. Selain itu, acara mandiri yang pernah dibuat oleh Kolektif Artefak ialah ARTEFAK #1: Furniture as A Lifestyle. Saat ini, Kolektif Artefak sedang merancang acara yang serupa bertajuk ARTEFAK #2: Bandung Design Revival yang akan diselenggarakan pada akhir tahun ini. Sampai hari ini, pengurus dari Kolektif Artefak masih berjumlah 5 orang.

Setiap kegiatannya, komunitas ini dibantu oleh banyak volunteer. Untuk yang ingin bergabung ke dalam komunitas ini, bisa kirim email atau datang ke markas besar Kolektif Artefak. Siapa saja boleh bergabung, terutama mereka yang berkecimpung di dunia desain atau kuliah desain. “Untuk keanggotaan, kita coba terapin sistem keanggotaan yang tidak mengikat.

Jadi, jumlahnya ?uktuatif,” jelas Billy. Billy mengatakan bahwa banyak desainer lokal Bandung yang menjadi lebih dikenal di masyarakat semenjak bergabung dengan Kolektif Artefak. Billy berharap, komunitas ini semakin berkembang, tidak hanya di Bandung, tetapi juga menular ke kota lain sehingga tercipta kultur ekonomi kreatif yang selama ini semua cita-citakan. Bravo!