Kolektif Artefak Wadah Desainer Lokal Bandung Bagian 1

Tak terhitung jumlah desainer yang ada di Indonesia. Industri ini bahkan tak pernah surut, ataupun padam. Sejumlah karya setiap harinya dilahirkan oleh tangan-tangan mereka. Belakangan, desainer-desainer muda berbakat Indonesia tengah menunjukkan taringnya. Namun, namanya tak berkibar dan kiprahnya hanya berhenti di studio mini.

Melejit sesaat, kemudian mati. Begitulah potret dunia desain interior di Indonesia kini. Banyaknya insan kreatif yang bermunculan, semakin memperketat peta persaingan para desainer interior. Begitu banyak pilihan namanama desainer dan karya yang disuguhkan, membuat pelaku kreatif lantas berpikir, “Ayo, bikin apa lagi?” Masing-masing desainer tentunya memiliki guratan khas yang diunggulkan. Namun, banyak desainer yang karyanya bagus, tetapi tak terdengar oleh konsumen atau masyarakat.

Padahal, para desainer lokal tanah air ini masih perlu diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia agar karyanya semakin diminati. Perlu sebuah wadah yang menaungi karya-karya mereka. Selain sebagai media promosi, wadah tersebut juga dibutuhkan sebagai tempat berkomunikasinya antar desainer lokal. Seperti yang dilakukan oleh Kolektif Artefak.

Awal Terbangunnya Komunitas

Komunitas ini bermula dari pameran furnitur Artefak #1 yang diselenggarakan oleh YIDI (Young Interior Designer of Indonesia) pada tahun 2013 di Bandung, Pameran ini bertujuan untuk mempertemukan dan membangun komunikasi antara sesama desainer, kontraktor, dan masyarakat luas. Beberapa bulan setelah acara itu selesai, rekan-rekan desainer produk yang berpartisipasi dalam pameran tersebut mencetuskan untuk membentuk sebuah komunitas nonformal.

Akhirnya, berdasar pemikiran yang sama dan kepedulian terhadap profesi desainer, dibentuklah sebuah komunitas pada bulan Agustus 2013 dengan nama Kolektif Artefak. Komunitas ini digagas oleh beberapa praktisi di bidang desain interior, yaitu Billy Pujianto, Omar Riffandie, dan Wandi Krisdian (CoFounder Young Interior Designer of Indonesia) dengan tujuan mengangkat, memperkenalkan, dan memamerkan hasil karya desainerdesainer lokal kepada masyarakat global.

Mengangkat Desainer Lokal

Menurut Billy Pujianto, alasan terbentuknya komunitas ini ialah kurang tereksposnya desainer-desainer produk lokal di masyarakat luas. Padahal, banyak sekali desainer lokal yang punya karya baik, bagus, dan layak untuk diangkat ke level yang lebih tinggi, tetapi hanya berakhir di studio tanpa ada kelanjutan.