Harga Mobil di Cina Kian Melambung

JAKARTA — Sejumlah produsen kendaraan roda empat menaikkan harga jual mereka di Cina, setelah negara tersebut memberlakukan kenaikan tarif bea masuk 40 persen untuk mobil buatan Amerika Serikat. Tarif ini merupakan balasan Cina atas tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang lebih dulu mengerek tarif atas barangbarang buatan Cina. Kabar yang dilansir CNNMoney menyebutkan produsen kendaraan listrik, Tesla Inc, menaikkan harga jual produknya hingga 20 persen di Cina sejak awal bulan ini. Kini, harga jual Tesla Model S bisa melampaui US$ 200 ribu, sementara Tesla Model X dibanderol hingga US$ 230 ribu. Selama ini Tesla masih mengekspor utuh mobil listrik yang dibuat di Amerika Serikat ke Cina. Langkah Tesla diikuti oleh BMW AG. Produsen mobil mewah asal Jerman tersebut menaikkan harga eceran sport utility vehicle (SUV) X5 dan X6 sebanyak 4-7 persen di Cina.

Mobilmobil ini dibuat di pabrik BMW Spartanburg, South Carolina, Amerika Serikat, dan diekspor utuh ke Cina. BMW berkilah kenaikan harga menjadi kompensasi beban yang mereka tanggung akibat perang dagang Amerika-Cina. Pesaing BMW, MercedesBenz, juga diam-diam menaikkan harga jual SUV Mercedes GLE, yang dibuat di Alabama, Amerika Serikat. Menurut informasi beberapa dealer kendaraan di Cina kepada Reuters, kenaikan harga berlaku pada pertengahan Juli. Selain menaikkan harga jual produknya, Kepala Eksekutif Daimler, Dieter Zetsche, mengaku masih mencari cara lain agar selamat dari perang dagang antara Cina dan Amerika. Dia pun mengkaji rencana untuk memindahkan pabrik dari Amerika ke Cina lantaran pasarnya lebih besar. Keputusan pemerintah Cina untuk menaikkan bea masuk kendaraan bermotor merupakan respons atas tindakan Trump yang menaikkan bea masuk terhadap 130 produk hingga 25 persen. Selain mengenakan tarif balasan yang lebih tinggi di sektor otomotif, Cina membidik pendapatan US$ 34 miliar dari barangbarang asal Amerika Serikat, seperti buah, sayur-mayur, daging, dan lobster.