Christo Ingin Wujudkan Ambisinya

Christo Ingin Wujudkan Ambisinya – JAKARTA — Christopher Rungkat mengincar capaian tertinggi di Asian Games 2018. Petenis berusia 28 tahun itu bertekad mempersembahkan medali dalam pesta olahraga seAsia tersebut. Bermain di depan publiknya sendiri, Christo mempunyai peluang besar untuk meraih medali pertamanya di Asian Games 2018. “Saya harus masuk semifinal dulu. Baru setelah itu fokus ke medali perunggu, perak, atau emas,” ujar Christo saat dihubungi Tempo, Jumat lalu. Dalam Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Christo harus puas mengakhiri turnamen tanpa satu pun medali. Pada nomor tunggal putra, ia hanya sampai babak perempat final sebelum disingkirkan petenis asal India, Yuki Bambri. Sementara itu, pada nomor ganda putra, Christo yang berpasangan dengan Albert Sie juga harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan di pertandingan kedua. Kini, petenis putra andalan Indonesia ini tak akan bermain di nomor tunggal pada Asian Games Jakarta-Palembang nanti. Ia akan berfokus untuk tampil di dua nomor ganda, yakni ganda putra dan ganda campuran.

Di ganda putra, ia akan berpasangan dengan Justin Barki dan di ganda campuran ia tampil bersama Aldila Sutjiadi. Keputusan itu tak mengherankan, mengingat Christo kini berada di peringkat ke-108 dunia pada nomor ganda, seperti dilansir asosiasi tenis profesional (ATP) pada Juli lalu. Sementara itu, peringkat tertingginya adalah menduduki posisi ke-96 dunia di nomor ganda. Ini menjadi modal kuat baginya untuk mengukir prestasi di Asia. Persiapan Christo dalam menghadapi Asian Games beriringan dengan rencananya untuk mengejar peringkat 50 besar dunia di nomor ganda.

Beberapa bulan terakhir, Christo telah mengikuti turnamen di berbagai negara khusus di nomor ganda, dari Thailand, Cina, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, hingga Korea Selatan. Raihan terbaiknya adalah menjadi juara di Challenger Busan, Korea Selatan, dan Challenger Dallas, Amerika Serikat. Dia semakin optimistis dalam menghadapi laga di Asian Games karena akan digelar di Jakabaring, Palembang. Dia mempunyai kenangan manis di venue tersebut karena pernah mempersembahkan tiga medali emas pada SEA Games 2011, yakni nomor tunggal putra, ganda putra, dan beregu putra. “Saya punya track record yang bagus di Palembang dan saya merasa spesial di Palembang dari pengalaman saya sebelumnya,” kata Christo. “Jadi, untuk kembali ke Palembang pada Asian Games pasti momen yang spesial buat saya, dan saya berharap bisa mengulang keberhasilan sebelumnya.” Sebenarnya Indonesia merupakan negara yang terbilang sukses dalam cabang tenis di Asian Games dengan raihan total 15 emas, 6 perak, dan 21 perunggu. Namun, dalam tiga penyelenggaraan Asian Games terakhir, Indonesia tidak sanggup membawa pulang satu pun medali. Terakhir kali, Indonesia meraih medali emas di cabang tenis dalam Asian Games 2002 melalui nomor beregu putri oleh Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja.