Risoles Sebagai Menu di Catering Nasi Box jakarta Bagian 2

Untuk reseller yang memiliki penjualan bagus, Nisa bahkan tak segan meminjamkan freezer untuk mendukung kelancaran usaha reseller-nya. Ia juga meluncurkan layanan antar bagi para reseller dengan minimal pengiriman 150 pak untuk kawasan Jabodetabek.

Tentu saja biaya pengiriman dibebankan kepada reseller sejumlah Rp 1.000 untuk setiap pak. Metode berjualan para reseller pun bermacam-macam. Ada yang menjualnya matang, ada juga yang tetap memasarkan risoles beku di tempat kerjanya, atau memasok ke sejumlah pasar.

Tak heran jika sejumlah resellernya kini dapat ikut menikmati kehidupan yang lebih baik. Selain menambah uang belanja, juga bisa untuk mencicil motor, membeli asuransi, dan aneka kebutuhan lainnya. “Melihat mereka ikut maju, saya tentu merasa senang dan bahagia,” tuturnya.

Risoles Sebagai Menu di Catering Nasi Box jakarta

Risoles Sebagai Menu di Catering Nasi Box jakarta – Kekhawatiran ketika menjual produk yang sudah banyak dijual orang adalah bagaimana mengalihkan kebiasaan orang membeli pada suatu tempat ke tempat kita. Tentu ini tidak mudah. Winery merasakan kekhawatiran hal yang sama ketika ia memutuskan untuk menjual risoles. Padahal ia yakin, dengan cara jual yang tepat, masih ada peluang berjualan risoles. Terutama setelah melihat sang kakak yang suskses berjualan risoles matang di kawasan UI Depok.

Ia menyadari, produk yang dibuatnya harus berbeda dan tahan lama agar tidak rugi bila tidak terjual dalam satu kali produksi. Karena itu Nisa, nama panggilannya memutuskan untuk menjual risoles beku. Cara ini memang memecahkan kekhawatiran kalau produk tidak terjual habis, tetapi ada kendala yang lain lagi. Risoles yang dijual beku ini tidak bisa menyebar luas sekalipun dijual di toko. Karena itu ibu 4 anak ini kemudian memutuskan untuk memiliki reseller, seseorang yang bisa memasarkan produknya.

Maksimalkan Freezer Di Rumah

Setelah berdiskusi dengan sang suami, Eko Suwardiyanto (43), mereka menemukan formula jualan yang tepat. Cara tersebut harus memungkinkan siapa saja bisa ikut memasarkan produknya walaupun tidak memiliki freezer besar yang khusus. Nisa menggunakan sistem reseller dengan harga paket sangat terjangkau, yaitu Rp 200 ribu.

Dengan uang sejumlah itu para reseller mendapatkan satu pak untuk setiap jenis risoles, atau totalnya 9 pak. Karena jumlah risolesnya tidak banyak, mereka bisa menyimpannya di dalam freezer rumah tangga yang menyatu dengan kulkas. “Daripada hanya digunakan untuk membuat es atau menyimpan makanan, saya imbau ibu-ibu memanfaatkan kulkasnya untuk menghasilkan duit,” saran Nisa.

Bayangkan jika beberapa rumah di suatu wilayah bisa memanfaatkan kesempatan ini, tentu akan banyak sekali reseller yang memiliki kesempatan untuk menikmati bisnis ini. Terbukti ternyata cara ini berhasil. Nisa kini berhasil mengumpulkan 100 reseller yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, serta Bandung. “Di luar daerah ini kami masih terkendala soal distribusi yang bisa menjaga risoles agar tetap beku,” sambungnya lagi.

Sekilas Info Seputar Property Nusantara

Agung Podomoro Land Kelola “Green Waste”

Prihatin dengan pengelolaan sampah di Ibu Kota, PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), melalui Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL) berinisiatif untuk membantu meringankan beban Jakarta terhadap sampah. Melalui kerangka Corporate Social Responsibility (CSR), YAPL membangun program pengelolaan sampah yang disebut Green Waste.

YAPL mengajak para penghuni apartemen untuk memilah dan mengemas sampah sebelum dibuang. Dalam program ini YAPL melibatkan pemulung dan pengepul sampah untuk menjadikan sampah anorganik menjadi lahan bisnis, sedangkan sampah organik akan diolah di fasilitas pengelolaan sampah (Green Waste) untuk nantinya diubah menjadi kompos dan gas metana.

Bekerja sama dengan PT Prima Buana Internusa (PBI) selaku pengelola unit apartemen dibawah APLN, Green Waste telah dijalankan di Podomoro City, Kalibata City, Sudirman Park, CBD Pluit dan Gading Nias Residences.

Supermarket Properti Dari Paramount

Paramount Enterprise kembali menyosialisasikan layanan Supermarket Properti, semacam sales outlet yang membantu konsumen membeli produk properti. Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Enterprise, optimis Supermarket Properti akan menjadi cara baru konsumen berbelanja properti. “Konsumen dapat memilih dan membeli rumah sesuai selera, kebutuhan, dan kemampuan fnansial,” ujar Ervan, dalam acara buka bersama rekan media, di Jakarta.

Supermarket Properti mengakomodasi kebutuhan konsumen melalui penjualan harian (daily sales) semua produk Paramount Land. Mulai dari rumah, kavling rumah, townhouse, apartemen, ruko, SOHO (Small Offce Home Offce), ruang kantor, mixed use, hingga ritel komersil. Dalam kesempatan yang sama, Paramount Enterprise juga menggelar kegiatan sosial di bulan Ramadhan, di antaranya, Festival Takjil, pemberian santunan anak yatim piatu, dan mensponsori program Ramadhan Rumah Impian yang bekerja sama dengan DPD REI Banten.

Bogor Jadi incaran Para Pengembang

Laju perkembangan properti di kawasan Bogor, Jawa Barat, sepertinya akan terus meningkat. Kawasan yang masih hijau dan asri ini rupanya masih memiliki persediaan lahan yang cukup memadai. Hal inilah yang memicu ketertarikan para pengembang.

Anindya Samesti, analis Cushman & Wakefeld Indonesia, mengatakan bila dilihat dari pertumbuhan harga, Bogor masih mengalami kenaikan yang signifkan, yakni 13%. “Menurut riset tahun lalu, kota Bogor mengalami kenaikan pertumbuhan yang cukup besar karena melihat kawasannya yang masih asri dan luas lahan yang masih tersedia,” ujar Anindya.

The Elements Apartemen Premium di Kawasan Bisnis

The Elements hadir sebagai apartemen kelas premium terbaru di kawasan Rasuna Said, Kuningan. Proyek hunian terbaru dari Sinar Mas Land ini terdiri dari dua tower dengan total 372 unit. Tipe unit yang tersedia antara lain tipe 2 bedroom, 2 bedroom plus dan 3 bedroom, dengan luas unit (nett) ± 72-148m2.

Lokasi yang dekat dengan pusat bisnis dan perbelanjaan di Kuningan, Jakarta Selatan, menjadi keunggulan utama yang ditawarkan The Elements. Dengan desain modern yang elegan, fasilitas apartemen ini juga dilengkapi akses langsung ke pusat perbelanjaan mall Epicentrum. Untuk harga, Sinar Mas Land meluncurkan harga perdana mulai dari Rp36 juta/m² semigross.

Semua property diatas tentunya dilengkapi dengan sebuah genset yang berfungsi sebagai sumber listrik alternatif. Tidak mungkin bisnis juga akan terhenti ketika listrik sedang padam. Merk genset silent yang cocok untuk kawasan bisnis tersebut adalah genset Fawde yang memiliki tipe silent sehingga tidak berisik dan mengganggu kegiatan berbisnis. Distributor genset Fawde silent 50 Kva salah satunya adalah v-genset yang sudah terkenal dan bermitra dengan berbagai pengembang porperty di seluruh nusantara ini.

Kolektif Artefak Wadah Desainer Lokal Bandung Bagian 2

Dengan menggunakan media sosial sebagai alat promosi yang paling efektif, lambat laun banyak desainer yang bergabung di Kolektif Artefak ini. Selain itu, komunitas ini juga aktif mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh pihak lain. Melalui pameran inilah, karya-karya para desainer lokal dipamerkan.

Kebanyakan yang bergabung di komunitas ini ialah pelaku industri kreatif dan industri start up, terutama yang berdomisili di Bandung. “Selain itu, ada juga dari kalangan mahasiswa desain yang ternyata mempunyai karya hasil tugas di kampus yang menurut kita layak untuk diangkat,” ujar Billy.

Beberapa nama desainerdesain yang aktif hingga saat ini ialah Gilang Luhur Mandiri, Agung Pramudya Wijaya, Bayu Edward (Asanka), Meizan Nataadiningrat (House The House), Febrie Ikhsan (Siklus), Dini Cinda Kirana (A.S.A.P), Agung Nugraha (Lycka), Febryan Tricahyo (Conture Indonesia), Gina Havier (Dys), Syam Rustaman, Bramantyo Anggasta, Bey Riffandie, Renzy Mughni, Fajar Lugina Putu, Andien Andriani, Amal Machali, Tazkia Azhari, dan Anne Devie.

Akan Ada Acara Besar Tahun Ini

Komunitas yang bermarkas di Jalan Aceh No.104 Bandung ini sering mengadakan workshop yang berhubungan dengan desain di Bandung. Selain itu, acara mandiri yang pernah dibuat oleh Kolektif Artefak ialah ARTEFAK #1: Furniture as A Lifestyle. Saat ini, Kolektif Artefak sedang merancang acara yang serupa bertajuk ARTEFAK #2: Bandung Design Revival yang akan diselenggarakan pada akhir tahun ini. Sampai hari ini, pengurus dari Kolektif Artefak masih berjumlah 5 orang.

Setiap kegiatannya, komunitas ini dibantu oleh banyak volunteer. Untuk yang ingin bergabung ke dalam komunitas ini, bisa kirim email atau datang ke markas besar Kolektif Artefak. Siapa saja boleh bergabung, terutama mereka yang berkecimpung di dunia desain atau kuliah desain. “Untuk keanggotaan, kita coba terapin sistem keanggotaan yang tidak mengikat.

Jadi, jumlahnya ?uktuatif,” jelas Billy. Billy mengatakan bahwa banyak desainer lokal Bandung yang menjadi lebih dikenal di masyarakat semenjak bergabung dengan Kolektif Artefak. Billy berharap, komunitas ini semakin berkembang, tidak hanya di Bandung, tetapi juga menular ke kota lain sehingga tercipta kultur ekonomi kreatif yang selama ini semua cita-citakan. Bravo!

Cermin Kehidupan Era Digital

Pesta Digital berlangsung 29-30 Maret 2014 lalu di Mal Kota Kasablanka, Jakarta. Acara ini diawali penampilan musisi digi tal legendaris Indonesia, Andy Ayunir. Selain memperlihat kan kepiawaiannya memainkan perangkat musik digital dan menyanyi dengan karakter vokal yang unik, ia juga menun– – jukkan bahwa gadget bisa dipadukan dengan alat musik untuk melahirkan karya kreatif. Sabtu, 29 Maret 2014, sejumlah talkshow digelar. Norman Sasono (Microsoft) memperlihatkan mudahnya kita mengenal lagu dengan sejumlah aplikasi. Ia bersama Firstman Marpaung (Intel Indonesia) dan Edi Taslim (Kompas.com) mengajak untuk melihat dunia digital saat ini dan di masa yang akan datang. Selanjutnya, tren e-commerce yang merebak memudahkan kita untuk membeli atau menjual sesuatu dipresentasikan oleh Arnold Sebastian Egg (founder Tokobagus.com dan Happyholiday.com).

Pria Belanda yang fasih bahasa Indonesia ini bersama Achmad Zaki (founder Bukalapak.com) membeberkan segala kemudahan dan tren jual-beli online tersebut. Acara hari pertama itu kian ramai oleh hadirnya Ringgo Agus Rahman, sosok selebritis yang juga penggiat media sosial. Baginya, media sosial amat penting saat ini bagi berbagai lapisan usia. Apalagi di tahun politik seperti ini. Sementara di arena lain, pengunjung bisa menikmati aneka game digital, termasuk bertarung game PlayStation 4 melawan jagoan FIFA 14. Booth Mazda Motor Indonesia membuka kesempatan kepada khalayak untuk menjadi calon model. Caranya mudah, cukup dengan merekam video diri sendiri atau bersama tim dengan gaya menyetir yang unik, lalu upload ke Instagram dengan hashtag #ACTPression. Selain itu, ada juga booth-booth dari Sony Mobile Indonesia, AR&Co, Linksys, Bcare, SanDisk, dan FiveJack. Hadir juga komunitas-komunitas dari Thumbstory, Digital8, Toygraphyid, dan lainnya. Adu berani pasang harga tertinggi juga membuat suasana semakin memanas. Berbagai smartphone eks tes Tabloid SINYAL dilelang. Antara lain Samsung Galaxy S4, Nokia Lumia 920, BlackBerry Q10, dan banyak lagi. Hari kedua (Minggu, 30 Maret 2014), giliran Joh Juda, founder komunitas Fotodroids membuka klik memotret menggunakan smartphone. Foto-foto yang ditunjukkannya membuktikan bahwa memotret dengan ponsel pun bisa menghasilkan foto jempolan. Demikian halnya dengan Barry Kusuma, seorang fotografer yang akrab dengan aktivitas traveling. Ia mengajak pengunjung untuk lebih giat dan kreatif memotret objek. Hasilnya bisa di-upload ke website Color of Jakarta yang sedang menggelar lomba fotografi kota Jakarta. Puluhan penghobi cosplay, termasuk Robocop, ditantang untuk bergaya di panggung. Mereka ini lantas dimuat di situs HotGame Online yang kebetulan getol menggandeng para cosplayer tanah air. Hingga menjelang penutupan pada Minggu malam, duo musisi, Endah n Resha tampil menghibur. Kedua musisi ini punya fans fanatik yang luar biasa. Bahkan follower Twitter-nya sudah mencapai lebih dari 250.000. Pesta Digital 2014 berakhir gemilang. Ajang yang dipersembahkan oleh IT Media, Group of Magazine, Kompas Gramedia, yang terdiri dari media FORSEL, SINYAL, CHIP, INFOKOMPUTER, WHAT HI-FI, DIGITAL CAMERA INDONESIA, HOTGAME ONLINE, CHIP FOTO-VIDEO, TRAVEL PHOTOGRAPHY, PC PLUS tuntas menyuguhkan keajaiban dunia digital sesungguhnya dan sukses merebut antusias pengunjung. “Jika perhatian masyarakat terhadap industri dan teknologi digital sangat tinggi, kita akan buat lagi tahun ini,” ujar M. Arief Adrianto, Deputi General Manager IT Media, Group of Magazine, Kompas Gramedia Group.

Meet Up Kedua idGeekGirls

Mengusung tema “Food & Social Media”, acara meet up komunitas yang beranggotakan wanita geek mengajak pengguna media sosial untuk lebih “melek” dengan tren narsis makanan ini. Belakangan, kita sering disuguhkan dengan berbagai foto makanan yang di-share dalam media sosial seperti instagram, path, Twitter, dan Facebook. Selain untuk narsis, mereka juga melakukannya untuk memberikan rekomendasi tempat makan yang sedang hype. Lantas, apa hubungan antara makanan dan media sosial? hal tersebut menjadi fokus utama gelaran idGeekGirls Share #2 yang digelar Sabtu (12/4) silam.

Acara yang diselenggarakan oleh komunitas idGeekGirls ini menghadirkan Leon Ray (chef Rumah Makan Legoh & drummer Koil), Ratri Adityarani (co-Founder Nyicip.com), Sissy (Founder idGeekGirls), dan Andri Yadi (cEo dycode) sebagai pembicara. Banyak di antara peserta yang hadir merupakan pemilik atau pengusaha yang bergerak di bidang food & beverages. Namun, tak jarang pula blogger yang hadir dalam acara yang digelar di 90 Gourmet, Bandung, tersebut. Acara ini lebih banyak membahas efek yang muncul dari tren pamer foto makanan di media sosial. Sissy membuka acara dengan memperkenalkan idGeekGirls yang didirikannya setahun silam. “Kami ingin mengajak perempuan indonesia jadi pengguna teknologi yang pintar dan bijaksana melalui kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya adalah acara ini,” ujar Sissy. Ratri kemudian meneruskan dengan menjabarkan hobi makan-makannya yang dituangkan dalam blog bernama Nyicip.com. “Saya ini lemah dengan jajanan karena gampang mata. Akhirnya tercetuslah gagasan untuk membuat Nyicip.com,” ujarnya.

Kotak saran

hal menarik datang dari Leon Ray. chef di Rumah Makan Legoh yang juga seorang musisi ini menyebutkan bahwa foto-foto yang di-share oleh pengunjung rumah makannya amat penting untuk promosi rumah makan yang dimilikinya tersebut. “Saya bahkan sering menggunakan foto yang ada di media sosial untuk sarana promosi kami (Rumah Makan Legoh),” tukas Leon Ray. Tak jarang, berbagai saran dan keluhan juga sering disampaikan pengunjung Rumah Makan Legoh melalui account media sosial resmi mereka

Beragam Resiko Usaha Laundry Yang Harus di Hadapi

Dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis banyak faktor yang menjadi penghambat. Namun segala macam tantangan dapat di lewati jika kita tekun, ulet, sabar dan teliti dan mencari solusi. Usaha jenis apapun pasti terdapat hambatan, termasuk juga pada sektor laundry. Terdapat beragam resiko usaha laundry, namun setiap resiko pasti ada jalan keluarnya. Bagi kamu yang ingin memulai usaha laundry dalam skala kecil, sebaiknya baca dulu ulasan ini.

Resiko Usaha Laundry

Usaha laundry kiloam termasuk jenis usaha yang memiliki prospek cerah dan tidak ada matinya, sebab setiap harinya pakaian kotor selalu ada dan tidak semua orang mau mencuci sendiri karena beragam sebab. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin kamu bisa memiliki beberapa cabang. Namun dibalik semua itu, bisnis laundry juga terdapat beragam resiko yang harus dilalui oleh para pelaku bisnis ini.

Beragam masalah pada bisnis laundry kiloan jika tidak disikapi dengan bijak bisa menjadi awal kehancuran. Oleh sebab itu untuk kamu yang akan berkecimpung di bisnis laundry, tidak adala salahnya untuk menyimak dengan teliti beberapa masalah dan solusinya di bawah ini.

Beberapa Macam Resiko Pada Usaha Laundry

Masalah Pada Kompetitor
Setiap peluang usaha yang memiliki profit besat, pasti ada kompetitor yang menimbulkan persaingan ketat. Termasuk juga pada laundry, kompetitor tidak hanya berasal dari pelaku usaha kecil, sekarang banyak juga perusahaan besar yang merambah kedunia bisnis yang satu ini. Untuk menghadapi hal ini, pandanglah kompetitor dari sisi positifnya. Kita bisa mengamati seperti apa strategi yang digunakan kompetitor, kemudian contek strategi tersebut agar usaha kita ikut sukses.

Masalah Pada Listrik
Perlenkapan laundry seperti mesin cuci dan setrika memerlukan listrik agar bisa digunakan. Padahal di Indonesia masih kerap terjadi pemadaman listrik tiba-tiba. Bilamana listrik padam dalam waktu yang lama, tentu peralatan tersebut tidak bisa digunakan dan pekerjaan jadi terlambat diselesaikan. Solusinya, pergilah ke toko genset surabaya dan cari genset yang sesuai kebutuhan. Dengan begitu saat listrik mati mesin cuci dan setrika tetap bisa digunakan karena ada listrik dari genset.

Biaya Perawatan
Mesin cuci yang terus menerus digunakan tentunya akan mengalami penurunan pada kualitas. Dampaknya mesin suatu saat akan mengalami kerusakan dan harus di perbaiki. Biaya untuk perbaikan ini sangat bervariatif, sangat bergantung pada jenis kerusakan yang dialami. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya apabila membeli mesin cuci dengan kualitas kelas wahid dan bergaransi. Memang awalnya membutuhkan banyak modal, namun kita bisa menghemat biaya perawatan bila membeli mesin cuci yang kualitasnya bagus.

Nah itulah beberapa kendala pada bisnis laundry yang harus di hadapi. Tenang, setiap masalah pasti ada jalan keluar yang bisa di temui. Sudah siapkah kamu untuk memulai bisnis ini ?