MENGHALAU ASTEROID DARI BUMI

Kota-Bunga.net – P eluang sebuah asteroid menghantam bumi saat ini masih kecil. Tapi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah bersiap mengenai cara menghalau benda langit itu jika benar-benar mendekati bumi. Dalam satu dekade mendatang, NASA akan menguji coba cara menghancurkan asteroid yang mengarah ke bumi atau membelokkan arahnya menjauhi bumi. Ada tiga skenario yang tengah disiapkan NASA untuk menyelamatkan bumi, bergantung pada ukuran asteroid dan waktu yang ada sebelum terjadi tumbukan. Yang pertama adalah gravity tractor, yakni melepas wahana luar angkasa cukup besar yang akan mengitari asteroid tersebut. Dengan begitu, diharapkan daya tarik wahana tersebut dapat mengubah jalur asteroid. “Metode seperti itu bisa berjalan bila wahana tersebut dapat mengumpulkan informasi mengenai seberapa berat asteroid agar daya tarik gravitasinya cukup besar untuk mengubah trayek asteroid tersebut,” ucap Lindley Johnson dari NASA, akhir bulan lalu. Skenario kedua adalah menghantamkan sebuah wahana nirawak ke asteroid, atau disebut sebagai kinetic impactor. Tujuannya, mengubah arah dan memperlambat laju asteroid. Menurut Johnson, metode ini akan diuji coba dalam program NASA bernama Double Asteroid Redirection Test, yang akan berlangsung pada musim panas 2021 mendatang. Yang ketiga adalah dengan menggunakan senjata nuklir. Wahana yang mengangkut bahan nuklir ditembakkan ke arah asteroid agar jalurnya berubah atau membuatnya menjadi kepingan kecil-kecil agar, saat masuk ke atmosfer bumi, serpihan asteroid itu habis terbakar. Dalam sebuah laporan, NASA menyebutkan berencana melakukan uji coba ini, terutama teknik dengan gravity tractor dan kinetic impactor karena dianggap lebih aman.

Apalagi uji coba tersebut akan dilakukan dekat dengan orbit bumi. Dalam menghadapi ancaman asteroid ini, NASA juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEMA). Tujuannya, membantu memberi peringatan kepada orang-orang di mana pun yang akan menjadi tempat jatuhnya asteroid. Mereka bahkan telah menyiapkan skenario pertolongan yang harus dilakukan bila tumbukan benar-benar terjadi. Untuk memantau pergerakan setiap asteroid yang ada di sekitar bumi, NASA memanfaatkan teleskop raksasa yang ada di bumi. Teleskop ini dapat mendeteksi berbagai obyek yang mengancam bumi dan arahnya. Data yang diperoleh lantas dikirim ke jaringan internasional pengamat asteroid dan Badan Urusan Angkasa Luar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan begitu, negara yang berisiko terhantam asteroid bisa diperingatkan secara dini. “Berkat jaringan Internet, informasi tentang adanya ancaman dari sebuah asteroid dapat disebarkan secara cepat ke seluruh MENGHALAU ASTEROID DARI BUMI NASA menyiapkan skenario penyelamatan bumi dari hantaman asteroid. dunia,” kata Johnson.

“Saat ini informasi seperti itu tak bisa lagi ditutup-tutupi. Meski begitu, sesuai dengan prosedur yang kami miliki, keabsahan informasi harus dicek ulang agar tak terjadi kepanikan di masyarakat.” Kabar baiknya, hantaman asteroid yang bisa menghancurkan bumi tak akan terjadi dalam waktu dekat. “NASA telah mendeteksi adanya 95 persen asteroid berukuran sangat besar yang dapat menyebabkan kehancuran bumi, namun tak satu pun yang benar-benar mengancam dalam satu abad mendatang,” ucap Aaron Miles, yang bekerja untuk program ilmu pengetahuan di Gedung Putih, Washington. Miles menambahkan, penanganan yang tepat bila benar-benar terjadi tabrakan antara asteroid dan bumi bisa memperkecil jumlah korban jiwa. Bahkan, bila dikeluarkan peringatan lebih dini, korban jiwa bisa dihindari. “Tak seperti bencana alam lainnya, tumbukan asteroid dengan bumi sangat bisa diprediksi sebelumnya,” kata Miles.

Christo Ingin Wujudkan Ambisinya

Christo Ingin Wujudkan Ambisinya – JAKARTA — Christopher Rungkat mengincar capaian tertinggi di Asian Games 2018. Petenis berusia 28 tahun itu bertekad mempersembahkan medali dalam pesta olahraga seAsia tersebut. Bermain di depan publiknya sendiri, Christo mempunyai peluang besar untuk meraih medali pertamanya di Asian Games 2018. “Saya harus masuk semifinal dulu. Baru setelah itu fokus ke medali perunggu, perak, atau emas,” ujar Christo saat dihubungi Tempo, Jumat lalu. Dalam Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Christo harus puas mengakhiri turnamen tanpa satu pun medali. Pada nomor tunggal putra, ia hanya sampai babak perempat final sebelum disingkirkan petenis asal India, Yuki Bambri. Sementara itu, pada nomor ganda putra, Christo yang berpasangan dengan Albert Sie juga harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan di pertandingan kedua. Kini, petenis putra andalan Indonesia ini tak akan bermain di nomor tunggal pada Asian Games Jakarta-Palembang nanti. Ia akan berfokus untuk tampil di dua nomor ganda, yakni ganda putra dan ganda campuran.

Di ganda putra, ia akan berpasangan dengan Justin Barki dan di ganda campuran ia tampil bersama Aldila Sutjiadi. Keputusan itu tak mengherankan, mengingat Christo kini berada di peringkat ke-108 dunia pada nomor ganda, seperti dilansir asosiasi tenis profesional (ATP) pada Juli lalu. Sementara itu, peringkat tertingginya adalah menduduki posisi ke-96 dunia di nomor ganda. Ini menjadi modal kuat baginya untuk mengukir prestasi di Asia. Persiapan Christo dalam menghadapi Asian Games beriringan dengan rencananya untuk mengejar peringkat 50 besar dunia di nomor ganda.

Beberapa bulan terakhir, Christo telah mengikuti turnamen di berbagai negara khusus di nomor ganda, dari Thailand, Cina, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, hingga Korea Selatan. Raihan terbaiknya adalah menjadi juara di Challenger Busan, Korea Selatan, dan Challenger Dallas, Amerika Serikat. Dia semakin optimistis dalam menghadapi laga di Asian Games karena akan digelar di Jakabaring, Palembang. Dia mempunyai kenangan manis di venue tersebut karena pernah mempersembahkan tiga medali emas pada SEA Games 2011, yakni nomor tunggal putra, ganda putra, dan beregu putra. “Saya punya track record yang bagus di Palembang dan saya merasa spesial di Palembang dari pengalaman saya sebelumnya,” kata Christo. “Jadi, untuk kembali ke Palembang pada Asian Games pasti momen yang spesial buat saya, dan saya berharap bisa mengulang keberhasilan sebelumnya.” Sebenarnya Indonesia merupakan negara yang terbilang sukses dalam cabang tenis di Asian Games dengan raihan total 15 emas, 6 perak, dan 21 perunggu. Namun, dalam tiga penyelenggaraan Asian Games terakhir, Indonesia tidak sanggup membawa pulang satu pun medali. Terakhir kali, Indonesia meraih medali emas di cabang tenis dalam Asian Games 2002 melalui nomor beregu putri oleh Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja.

Bulu Tangkis Indonesia

Perjuangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu berakhir di babak semifinal kejuaraan dunia 2018 di Nanjing, Cina. Setelah sukses mengempaskan pasangan unggulan pertama dari Cina, langkah Greysia/Apriyani dihentikan pasangan Jepang. Pasangan unggulan kelima ini dikalahkan oleh Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang) pada Sabtu lalu. Hasil ini meleset dari target satu gelar juara yang telah ditetapkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia. Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang merupakan salah satu andalan untuk meraih gelar juara, hanya mampu mencapai babak perempat final. “Hasil ini memang tidak sesuai dengan target kami, yaitu satu gelar juara.

Saya sebagai Kabid Binpres dan manajer tim minta maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Susi Susanti kepada Badmintonindonesia.org. Susi mengatakan memang sedih dan kecewa atas hasil ini, tapi pengurus, pelatih, dan pemain harus segera bangkit dan bekerja keras lagi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. “Terutama Asian Games yang sudah di depan mata,” kata Susi, yang meraih juara dunia pada 1993. Bukan kali ini saja Indonesia pulang tanpa gelar juara di Kejuaraan Dunia. Sebelumnya, di Kejuaraan Dunia 2014, 2010, 2009, dan 2006, tak ada pemain Indonesia yang membawa pulang gelar juara. Namun, kabar baiknya, Susi mengapresiasi kemajuan di sektor ganda putri yang tiga pasangannya mampu mencapai perempat final di kejuaraan dunia kali ini. Selain Greysia/Apriyani, dua pasangan lainnya adalah Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

“Saya melihat kemajuan di sektor ganda putri dari segi teknik permainan. Hanya, sayang masih kurang di tenaga, fisik, ketahanan, dan kesabaran dalam melawan pasangan Jepang. Semoga di Asian Games bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi,” kata Susi. Tiga wakil ganda putri Indonesia harus takluk di tangan wakil Jepang. Rizki/ Della dikalahkan oleh Koharu Yonemoto/Shiho Tanaka, 21-17, 12-21, 15-21. Adapun Anggia/Ketut ditundukkan oleh unggulan kedua, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, 17-21, 15-21. Adapun kekalahan Kevin/Marcus, menurut Susi, harus menjadi perhatian serius, karena pola permainan cepat pasangan juara All England dua kali tersebut harus dievaluasi. Kevin/ Marcus dinilai perlu memperbaiki diri, tidak boleh lengah dan cepat puas. “Kevin/Marcus harus ber fokus mengatur irama permainan sejak awal dan berusaha agar pola mereka tidak mudah terbaca lawan,” ujar Susi. Sementara itu, Greysia meminta maaf atas hasil yang mereka dapat bersama Apriyani. Mereka sudah berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik.

“Kami minta maaf karena kami main tidak seperti ekspektasi masyarakat Indonesia, pengurus PBSI, pelatih, bahkan ekspektasi diri kami sendiri,” kata Greysia. Dalam final kejuaraan dunia kali ini, nomor ganda putri dikuasai pemain Jepang dan ganda campuran mempertemukan wakil dari tuan rumah. Sementara itu, ganda putra dan tunggal putra mempertemukan pemain Jepang dan Cina, sedangkan tunggal putri mempertandingkan wakil India dengan wakil Spanyol.

Belenggu Tekanan Ekonomi

http://109.199.119.180/ Presiden Amerika Se rikat Donald Trump mengancam akan me- – ngenakan tarif bea masuk terhadap 124 produk asal Indonesia yang selama ini memperoleh generalized system of preference (GSP) dari pemerintah Amerika. GSP adalah program perdagangan Amerika untuk mendukung negara berkembang dengan membebaskan pajak masuk untuk barang tertentu dari negara tersebut. Jika GSP dicabut, neraca perdagangan Indonesia, yang selama ini surplus terhadap Amerika, akan berubah menjadi defisit. Pada 2017, surplus neraca perdagangan itu mencapai US$ 9,67 miliar, naik dari US$ 8,84 miliar pada 2016. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia-Cina mencatatkan peningkatan defisit dari tahun ke tahun. Pada 2013 angka defisit baru US$ 6,62 miliar, sedangkan pada 2017 sudah mencapai US$ 9,67 miliar. Impor dari Cina pada periode yang sama membengkak, dari US$ 29,85 miliar ke US$ 35,77 miliar. Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia sudah menunjukkan tandatanda mengkhawatirkan.

Pada Januari-Juni 2017 neraca masih surplus US$ 7,67 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun ini neraca justru defisit US$ 1,02 miliar. Dalam lima tahun terakhir, impor Indonesia membengkak, sedangkan ekspor menunjukkan tren penurunan. Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika selama lima bulan terakhir sudah mencapai 6,3 persen. Kurs rupiah yang sudah di level 14.520 per dolar itu bisa terus melemah hingga menembus 15 ribu per dolar. Ada cukup banyak alasan yang membuat dunia usaha merasa terusik. Defisit neraca perdagangan itu akan memperbesar defisit neraca transaksi berjalan dan menekan neraca pembayaran. Memburuknya ekonomi makro tentu akan menggerus pasar modal. Para investor asing akan lebih banyak menjual daripada membeli saham dan obligasi. Sejak awal tahun hingga akhir pekan ketiga Juli 2018, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpangkas 7,6 persen ke level 5.872. Penyebab utamanya adalah net selling asing yang sudah menembus Rp 50,85 triliun. Memang kondisi fiskal digadang-gadang cukup aman, setidaknya ada usaha pengetatan yang cukup serius. Defisit APBN selama semester pertama 2018 dapat ditekan di level 0,75 persen dari produk domestik bruto. Pada periode yang sama 2017, defisitnya 1,29 persen.

Tapi membaiknya kondisi fiskal itu antara lain disebabkan kebijakan yang justru kurang produktif untuk sektor riil. Banyak pelaku usaha yang merasa tertekan oleh petugas pajak yang mengejar target. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga tertekan akibat kebijakan perpajakan yang mengenakan pajak penghasilan terhadap omzet, bukan laba bersih. Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) sudah menggunakan sejumlah jurus untuk meredam depresiasi rupiah. Suku bunga acuan BI (7-Day Reverse Repo Rate) sudah tiga kali dinaikkan. Terakhir, Dewan Gubernur BI mempertahankannya di level 5,25 persen. Jika suku bunga The Fed (bank sentral Amerika), yang kini di level 1,75-2,00 persen, dinaikkan lagi, setidaknya ke level 3,75-4,00 persen, suku bunga acuan BI tentu perlu dikerek ke level 5,75- 6,25 persen. Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk mencegah Indonesia masuk dalam krisis. Mengetatkan suku bunga di saat sektor riil membutuhkan gelontoran likuiditas tentu akan mengganggu pertumbuhan. Terobosan intermediatif perbankan dipastikan akan mengendur terhadap sektor riil. Ekspor mau tak mau harus digenjot dengan menjajaki pasar lain di luar Amerika dan Eropa. Dibanding negara-negara tetangga, ekspor Indonesia masih kalah jauh. Dengan penduduk 265 juta jiwa, ekspor Indonesia hanya sekitar US$ 168,73 miliar pada 2017. Angka tersebut bahkan tidak sampai separuh dari angka yang ditorehkan Singapura, yang menembus US$ 373,24 miliar, meski penduduknya hanya 5,6 juta. Ekspor Vietnam, Malaysia, dan Thailand juga makin meninggalkan Indonesia dengan masingmasing mencapai US$ 160 miliar, US$ 184 miliar, dan US$ 231 miliar. Jadi, ada baiknya rencana pemerintah memberi insentif atau subsidi bagi industri makanan, furnitur, hingga karet yang berorientasi pasar mancanegara segera direalisasi. Pemerintah juga perlu segera mengidentifikasi masalah perizinan, bahan baku, bea keluar, dan bea masuk yang dihadapi para eksportir.

Target Baru Hacker Bagian 2

Para peneliti juga menunjukkan trik lain dengan menggunakan software lainnya. Hacker memakai trik jitu untuk menghindari lalu lintas keluar jaringan namun tetap bisa mengakses percakapan telepon. Dengan konsep “Funtenna”, peneliti mengubah telepon menjadi pemancar radio dengan meng-update firmware.

Firmware itu memanipulasi jalur di dalam telepon yang mendeteksi posisi penerima saat berada di cradle, kemudian mengubahnya menjadi pengirim suara. Frekuensi radio yang dipancarkan hanya bisa mencapai 30 meter sehingga penerima harus dibekali dengan antena yang cukup untuk menangkapnya. Menggunakan sejenis kabel antena, peneliti menunjukkan mereka mampu mengambil alih kontrol.

Router yang di-remote

Pakar keamanan dari Cymru menunjukkan besarnya risiko serangan terhadap hardware non PC dengan menganalisis se rang an besar-besaran pada pengguna Internet di Eropa. Pada awal Mei, mereka menemukan bahwa hacker memanipulasi secara remote lebih dari 300.000 router dari berbagai produsen seperti Asus, D-Link, Cisco, Linksys, Netgear, dan TP-Link. Meskipun tidak ada malware yang disusupkan, hacker bisa memodifikasi setting Domain Name System (DNS) melalui lubang keamanan yang ada di firmware router.

Mereka mengubah entry-nya sedemikian rupa sehingga router selalu meminta nama server yang dikontrol para kriminal. Dengan begitu, mereka bisa menentukan website apa yang bisa diakses dan di-load browser saat sebuah URL misalnya, www. google.com, diketikkan. Ini merupakan dasar yang penting untuk mengintip data log-in ke website perbankan, e-commerce atau jejaring sosial.

SMS untuk ATM

Pakar virus dari Symantec menemukan trojan yang dinamakan Ploutus di komputer ATM. Setelah aktif, versi pertama dari malware itu menunggu kode khusus 16 digit dimasukkan melalui numeric key di mesin ATM agar bisa menguras uang di brankasnya. Menurut para pakar virus, perampok bank digital saat ini tidak lagi menunggu kode tertentu dimasukkan. Saat menginfeksi ATM, yang biasanya memerlukan akses fisik dan keping CD boot, penjahat menyembunyikan smartphone yang tersembunyi di dalam ATM. Smartphone yang tersembunyi itu berkomunikasi dengan PC berbasis Windows di dalam mesin melalui koneksi USB yang sekaligus memasok daya. Setelah ponsel menerima SMS dalam format tertentu, ia mengirim paket data ke komputer melalui USB. Ploutus yang telah menunggu paket itu membaca perintah, memprosesnya, kemudian mengeluarkan seluruh isi brankas ATM.

Target Baru Hacker

Merusak komputer, membajak derek di pelabuhan hingga mengosongkan automated teller machine (ATM) bisa dilakukan hacker dengan beberapa trik. Coba ingat, kapan terakhir kali Anda meng-update firmware printer atau telepon pengguna yang mengetahui firmware perangkat itu juga bisa di-update. Di RSA Conference – konferensi mengenai kriptografi dan keamanan informasi – Februari lalu, Ang voice over IP (VoIP)? Hanya sedikit Cui, kandidat doktor dari Columbia University yang juga anggota tim pakar keamanan digital Amerika Serikat (AS), mendemonstrasikan betapa mudahnya menjadikan printer jaringan sebagai perangkat pembobol.

Sementara itu, para hacker White Hat menunjukkan kemampuan mereka dalam membuat sketsa jaringan lengkap sebuah perusahaan fiktif secara remote dan merekam percakapan yang terjadi di kantor perusahaan itu tanpa harus menyusupkan malware ke satu PC atau smartphone pun. Skenario demonstrasinya seperti ini: seorang hacker menginfeksi sebuah printer jaringan (HP Laserjet 2055) dengan mengirimkan malware yang “dibungkus” dalam sebuah dokumen PDF kepada karyawan perusahaan targetnya lewat e-mail.

Cara yang sama juga bisa dilakukan untuk target perorangan yang biasanya selalu menerima e-mail spam dengan attachment bermalware. Printer dibobol ketika file PDF itu diklik. Jika printer mengeksekusi perintahnya, malware akan menginfeksi firmware-nya. Kasus serangan seperti ini sering ditemui sepanjang dua tahun belakangan. Menurut Ang Cui, hanya sedikit perusahaan atau rumah tangga yang meng-install firmware terbaru untuk printernya.

Pembajakan printer

Setelah malware aktif, ia membuat jalur terenkripsi ke server pengendali dan menunggu perintah selanjutnya. Karena firmware printer sudah kedaluwarsa, hacker bisa mendeteksi jaringan internal dan mengirimkan hasilnya melalui jalur yang telah dibuat sebelumnya. Apabila dalam jaringan itu terdapat telepon VoIP, hacker juga bisa menginfeksinya dengan malware dan mengontrolnya dari jarak jauh.

Hasilnya, hacker bisa mengubah telepon itu menjadi sebuah alat penyadap yang merekam semua pembicaraan di dalam ruangan dan percakapan telepon. Hasil rekamannya diselundupkan melalui jalur terenkripsi tadi. Untuk menghindari konsumsi bandwidth berlebihan yang bisa dideteksi administrator jaringan, malware bisa mengonversi rekaman percakapan menjadi dokumen teks yang ukurannya hanya beberapa kilobyte sehingga sulit terdeteksi dalam lalu lintas jaringan besar. Cui menjelaskan, firmware printer yang telah terinfeksi malware bisa melewatkan update berikutnya sehingga perangkat tetap terinfeksi secara permanen. Sebab, kode program yang mengontrol upload update di firmware telah dimodifikasi hacker sehingga ia bisa mengontrol apakah bagian yang merusak bisa diganti atau dihapus oleh update.

Infrastruktur Tanjung Priok Dikembangkan Lebih Modern

KeBIASAAN umum yang terjadi selama ini, bila bicara mengenai perdagangan ekspor/impor, domestik dan pelabuhan, acuan utamanya ialah Tanjung Priok, Jakarta. Juga saat berdiskusi tentang pengembangan infrastruktur dalam rangka meningkatkan kinerja logistik nasional, yang lebih dominan ditonjolkan ialah rencana pembangunan Pelabuhan Kalibaru, yang mendapat sebutan “Jakarta New Port”.

Pola berfikir yang stereotip ini, menimbulkan kesan seakan-akan di luar ibu kota tak terdapat pelabuhan lain yang cukup penting. Dalam pandangan beberapa pengamat, hal itu wajar-wajar saja mengingat posisi Pelabuhan Tanjung Priok yang berada di ibukota negara, sehingga mendapat porsi perhatian lebih dari otoritas penentu kebijakan. Selain itu juga dapat diakses dengan cepat oleh media massa nasional untuk disebarkan sebagai konsumsi pemberitaan yang menyebar ke seluruh negeri.

Ironisnya, jarang ada media massa yang mengekspos rencana Indonesia Port Company (IPC)/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) itu sebenarnya bukan merupakan hal baru. Sebab jauh sebelumnya, Pelindo I sudah membangun fasilitas Pelabuhan Muarasabak, Pelindo IV membangun Terminal Petikemas Bitung dan Palaran. Bahkan Pelabuhan III sejak tahun 1998 sudah mulai pengembangan Pealbuhan Tanjung Perak.

Antara Timur dan Barat

Mencermati sukses Malaysia mengembangkan Port Klang, dalam “menyaingi” peran Singapura, pemangku kepentingan pelabuhan di Indonesia mulai menggelar wacana untuk membangun hub port, dengan lokasi pilihan: Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tenau Kupang dan Sorong. Pilihan lokasi alternatip itu terkait dengan obsesi penyatuan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV yang dinilai akan mampu menumbuhkan efisiensi usaha BUMN Pelabuhan. Gagasan itu mendapat resistensi cukup keras, dengan berbagai alasan mengenai ketaksiapan unifikasi, karena masing-masing BUP Pelabuhan Indonesia dinilai punya keunggulan dan kelemahannya sendiri. Ada yang unggul dalam managerial, tetapi lemah dalam ketersediaan komoditas unggulan. Sebagian yang memiliki keunggulan komoditas pada hinterlandnya, mempunyai kekurangan dalam SDM dan infrastruktur.

Akibatnya, ide penyatuan empat badan usaha pelabuhan itu tak dapat direalisasikan. Untuk meredam penolakan, sekaligus tetap ingin mewujudkan national hub port, di era pemerintahan Presiden Megawati, pada waktu itu mengerucut issue rencana membangun dua regional hub port di Bojanegara sebagai West Indonesia Hubport dan Teluk Lamong sebagai East Indonesia Hubport. Namun akibat perubahan politik yang terjadi, wacana polarisasi pelabuhan pengumpul untuk Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia juga ikut menguap. Padahal gagasan tersebut sudah dimatangkan dalam Indonesia Infrastructur Summit yang mendapat tanggapan bagus dari investor.

Kondisi yang kemudian terjadi ialah: Pelindo II sebagai penanggungjawab pelaksanaan pembangunan Bojonegara terkesan mengenyampingkan ide itu dan lebih fokus memilih lokasi pengembangan Tanjung Priok di kawasan sekitar Jakarta. Sedang Pelindo III bertahan dengan merealisasikan pembangunan infrastruktur baru di Teluk Lamong. Penyebabnya, sebelum menjajakan rencana di forum Pertemuan Puncak Inrastruktur Indonesia, Manajemen Pelindo III telah melangkah cukup jauh dengan kajian awal pembangunan infrastruktur baru yang mulanya direncanakan meliputi luasan 300 hektar dengan mereklamasi perairan dangkal pada perbatasan Surabaya-Gresik di Selat Madura.

Pengembangan ini diharapkan berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu. Untuk mewujudkan hal itu Pelindo III sudah menyiapkan unit genset besar yang selalu stand by dan siap digunakan kapan saja. Pelindo III membeli genset tersebut dari jual genset terlengkap di Banjarmasin yang berani memberikan garansi mesin selama 2 tahun.

Festival Musik di Hutan Pinus

Festival Musik di Hutan Pinus

Festival Musik di Hutan Pinus – Perdana, LaLaLa Festival diselenggarakan pada 5 November 2016 dengan konsep alam terbuka suasana hutan di Cikole, Lembang, Jawa Barat. Ini menjadi salah satu agenda festival musik paling ditunggu – tunggu tahun ini. Suguhan hiburan musik di area hutan pinus dengan line up yang mendukung suasana udara segar. Apa lagi ditambah band kelas internasional Kodaline telah mengkonfirmasi akan naik panggung, menjadi daya tarik banyak orang untuk datang. Kemarin, festival ini telah rampung diselenggarakan. Namun, diluar dugaan menghasilkan kritikan.

Banyak hal yang membuat penonton kecewa. Mulai dari keluhan tentang kemacetan parah menuju Lembang yang sulit diwajarkan. Butuh lima jam untuk sampai ke lokasi, bahkan lebih. Sampai di lokasi pun masih terhambat sulitnya mencari parkiran. Area parkir yang direkomendasikan penyelenggara tidak mampu menampung mobil dalam jumlah banyak. Yang pada akhirnya banyak mereka memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Tentu saja itu menyulitkan lalu lintas sekitar, karena menyita ruang jalan. Belum berhenti sampai disitu saja. Penonton juga mengeluhkan kondisi venue yang bikin gregetan.

Area hutan pinus Cikole, dari rumput berubah menjadi becek lumpur. Sejak siang hingga sore Lembang diguyur hujan deras. Sebenarnya hal tersebut bisa dimaklumi dan wajar – wajar saja. Festival kelas dunia sakali pun mengalami hal tersebut. Itu sudah menjadi resiko penyelenggaraan festival musik di alam terbuka. Tetapi, yang sangat disayangkan dari LaLaLa Festival kurang penerangan. Kondisi malam membuat beberapa titik cukup gelap. Hal tersebut sangat menyulitkan. Tak sedikit yang terpeleset karena licinnya area sekitar. Penonton juga menyesalkan rundown yang tidak berjalan dengan baik.

Beberapa musisi tampil tidak sesuai jadwal. Seperti Jasmine Thompson yang bertukar jadwal dengan Maliq & d’essential. Di rundown Maliq & d’essential naik panggung sekitar jam 5 kurang. Tetapi mereka baru naik panggung sekitar jam 9 setelah Jasmine Thompson. Meski begitu, penonton masih menikmati penampilan dari para guest star malam itu. Angga dan kawan – kawan membuat penonton cepat melupakan beceknya area. Karoke masal pun terjadi di depan panggung Lalala Stage, menyanyikan sejumlah lagu yang dibawakan Maliq & d’essential.

Waktu sudah menunjukan jam 10 malam. Penonton semakin tidak sabar menunggu sang penampilan pamungkas. Di rundown Kodaline akan naik panggung setelah Keith Ape dan Bag Riders. Tapi yang tidak disangka Kodaline naik panggung lebih dulu, melompati dua musisi sebelumnya. Yang ditunggu – tunggu akhirnya main juga. Steve Garrigan, Vinny May, Jason Bolan, dan Mark Prendergast langsung disambut teriakan histeris dari penonton. Tanpa basa basi band asal Irlandia tersebut mengajak penonton karoke bersama lewat lagu – lagu yang dibawakan, seperti “One Day”, “The One”, “Love Will Set You Free”, “High Hope”, “Honest” dan lainnya. Ini menjadi konser perdana Kodaline di Indonesia.

12 lagu mereka bawakan malam itu. Dan “All I Want” menjadi lagu terakhir menutup penampilan mereka di LaLaLa Festival 2016. Kodaline sukses memuaskan hati para penonton yang sudah rela macet – macetan, kehujanan, sampai becek – becekan. Meskipun yang ditunggu – tunggu sudah naik panggung, acara belum selesai. Setelah Kodaline usai menjalankan tugasnya, giliran Keith Ape, Bag Riders dan Discovery Daft Punk melanjutkannya. Sayangnya, banyak penonton yang pulang setelah menyaksikan Kodaline. Terlihat sekali bahwa Kodaline lah yang menjadi tujuan utama mereka. Meskipun banyak yang mengeluh, tidak sedikit juga yang merespon santai dan menganggapnya seru. Semoga tahun depan LaLaLa Festival kembali digelar dengan sejumlah line up yang tidak kalah seru dan kesiapan panitia dalam menjalankan acara.

Di dukung oleh promotor berpengalaman, artis-artis ibukota ternama, tempat konser yang unik dan genset trailer yang selalu siap dijadikan sumber listrik utama merupakan kunci suksesnya acara ini berlangsung sampai selesai dan berhasil memuaskan penonton yang datang. Penonton rata-rata merasa terhibur dan puas dengan acara tersebut.

Jika anda seorang promotor musik dan memerlukan mesin genset trailer untuk keperluan konser, sebaiknya memilih merek yanmar yang sudah sangat terkenal. Harga genset yanmar trailer lebih murah dari merek lain dan kehebatanya juga siatas rata-rata.

Kolektif Artefak Wadah Desainer Lokal Bandung Bagian 1

Tak terhitung jumlah desainer yang ada di Indonesia. Industri ini bahkan tak pernah surut, ataupun padam. Sejumlah karya setiap harinya dilahirkan oleh tangan-tangan mereka. Belakangan, desainer-desainer muda berbakat Indonesia tengah menunjukkan taringnya. Namun, namanya tak berkibar dan kiprahnya hanya berhenti di studio mini.

Melejit sesaat, kemudian mati. Begitulah potret dunia desain interior di Indonesia kini. Banyaknya insan kreatif yang bermunculan, semakin memperketat peta persaingan para desainer interior. Begitu banyak pilihan namanama desainer dan karya yang disuguhkan, membuat pelaku kreatif lantas berpikir, “Ayo, bikin apa lagi?” Masing-masing desainer tentunya memiliki guratan khas yang diunggulkan. Namun, banyak desainer yang karyanya bagus, tetapi tak terdengar oleh konsumen atau masyarakat.

Padahal, para desainer lokal tanah air ini masih perlu diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia agar karyanya semakin diminati. Perlu sebuah wadah yang menaungi karya-karya mereka. Selain sebagai media promosi, wadah tersebut juga dibutuhkan sebagai tempat berkomunikasinya antar desainer lokal. Seperti yang dilakukan oleh Kolektif Artefak.

Awal Terbangunnya Komunitas

Komunitas ini bermula dari pameran furnitur Artefak #1 yang diselenggarakan oleh YIDI (Young Interior Designer of Indonesia) pada tahun 2013 di Bandung, Pameran ini bertujuan untuk mempertemukan dan membangun komunikasi antara sesama desainer, kontraktor, dan masyarakat luas. Beberapa bulan setelah acara itu selesai, rekan-rekan desainer produk yang berpartisipasi dalam pameran tersebut mencetuskan untuk membentuk sebuah komunitas nonformal.

Akhirnya, berdasar pemikiran yang sama dan kepedulian terhadap profesi desainer, dibentuklah sebuah komunitas pada bulan Agustus 2013 dengan nama Kolektif Artefak. Komunitas ini digagas oleh beberapa praktisi di bidang desain interior, yaitu Billy Pujianto, Omar Riffandie, dan Wandi Krisdian (CoFounder Young Interior Designer of Indonesia) dengan tujuan mengangkat, memperkenalkan, dan memamerkan hasil karya desainerdesainer lokal kepada masyarakat global.

Mengangkat Desainer Lokal

Menurut Billy Pujianto, alasan terbentuknya komunitas ini ialah kurang tereksposnya desainer-desainer produk lokal di masyarakat luas. Padahal, banyak sekali desainer lokal yang punya karya baik, bagus, dan layak untuk diangkat ke level yang lebih tinggi, tetapi hanya berakhir di studio tanpa ada kelanjutan.

INOVASI ERA DIGITAL

Indocomtech 2015 mengangkat tema “Internet of Things” menjagokan sejumlah inovasi teknologi terbaru seperti konsep teknologi Smart Home dari Augmented Reality & Co (AR&Co) yang memberikan kepraktisan dan keunikan dalam mengoperasikan sebuah rumah hanya dengan satu perangkat. Selain itu, Polycore Indonesia, sebuah perusahaan produsen lensa yang berasal dari Singapura dan salah satu pemasok lensa mata ternama di dunia, secara resmi meluncurkan inovasi kacamata anti sinar biru berbahaya untuk anakanak yang bernama Energeyes Kids. Selama acara berlangsung dari tanggal 28 Oktober hingga 1 November, ada sekitar 300 peserta pameran dari dalam maupun luar negeri yang memberikan tawaran memanjakan pengunjung seperti potongan harga, promo cash back dan program lelang yang menggiurkan dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Selain produk teknologi, Commuter Line dari PT KAI Indonesia hadir di Hall Cendrawasih untuk memperkenalkan wajah Commuter Line di JABODETABEK. Demi mendukung Jakarta Smart City, PT KAI akan melengkapi Commuter Line dengan fasilitas akses naik KRL yang disempurnakan, tidak hanya dalam bentuk kartu, tetapi juga sticker yang dapat ditempelkan pada ponsel dan jam tangan. Tahun 2015 ini juga merupakan kali pertama bagi sejumlah peserta pameran dari luar negeri. Para peserta pameran tersebut antara lain berasal dari Taiwan, Tiongkok, dan India. Selain bertujuan mengenalkan inovasi dan produk, para peserta pameran asing tersebut mencari kesempatan mendapatkan mitra kerja untuk mendistribusikan produknya di Indonesia. Di antara sejumlah eksibitor asing ini termasuk Cheung Yeu International Co. Ltd, Case Pax International Co. Ltd, dan Digidock Development Inc yang menempati booth di Hall B JCC. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari gadget cradle untuk dipasang di kendaraan, tas gadget yang menggunakan material tahan air, hingga hiasan casing ponsel berupa pernik berkilau Swarovski bermotif cantik dan beragam yang diperuntukkan bagi pelanggan wanita yang tidak hanya menganggap casing sebagai pelindung, tetapi juga sebagai penunjang gaya.

Tidak ketinggalan pula promo cashback, trade in, dan lelang yang menjadi daya tarik besar Indocomtech 2015. Di Main Lobby Hall, kios aneka toko gadget ternama seperti Erafone, Point 2000, Okeshop, dan Telesindoshop semakin ramai menawarkan promo cashback bernilai hingga 4 juta rupiah, dan mengadakan lelang berbagai gadget unggulannya saat akhir pekan. Begitu pula dengan berbagai eksibitor lainnya seperti Blibli.com yang mengadakan program lelang untuk gadget unggulan seperti Huawei MediaPad T1, Lenovo S860, dan hard disk eksternal Hitachi Touro 500 GB. ada juga kios Microsoft di Hall A yang sukses melelang tablet Acer One 10 dan tablet Axioo Windroid 9G, serta kios ASUS yang juga di Hall A memberikan lelang terbanyak di hari terakhir Indocomtech 2015. Salah satu program lelang yang paling banyak menarik perhatian para pengunjung dengan penawaran produk lelang dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai sponsor utama Indocomtech 2015. Dimulai di hari ketiga pameran, pengunjung dapat mengikuti lelang tersebut cukup dengan melakukan pendaftaran dan membawa bukti transaksi menggunakan kartu BRI atau bukti pengambilan tunai di ATM BRI yang tersedia di berbagai sudut area pameran