MENGHALAU ASTEROID DARI BUMI

Kota-Bunga.net – P eluang sebuah asteroid menghantam bumi saat ini masih kecil. Tapi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah bersiap mengenai cara menghalau benda langit itu jika benar-benar mendekati bumi. Dalam satu dekade mendatang, NASA akan menguji coba cara menghancurkan asteroid yang mengarah ke bumi atau membelokkan arahnya menjauhi bumi. Ada tiga skenario yang tengah disiapkan NASA untuk menyelamatkan bumi, bergantung pada ukuran asteroid dan waktu yang ada sebelum terjadi tumbukan. Yang pertama adalah gravity tractor, yakni melepas wahana luar angkasa cukup besar yang akan mengitari asteroid tersebut. Dengan begitu, diharapkan daya tarik wahana tersebut dapat mengubah jalur asteroid. “Metode seperti itu bisa berjalan bila wahana tersebut dapat mengumpulkan informasi mengenai seberapa berat asteroid agar daya tarik gravitasinya cukup besar untuk mengubah trayek asteroid tersebut,” ucap Lindley Johnson dari NASA, akhir bulan lalu. Skenario kedua adalah menghantamkan sebuah wahana nirawak ke asteroid, atau disebut sebagai kinetic impactor. Tujuannya, mengubah arah dan memperlambat laju asteroid. Menurut Johnson, metode ini akan diuji coba dalam program NASA bernama Double Asteroid Redirection Test, yang akan berlangsung pada musim panas 2021 mendatang. Yang ketiga adalah dengan menggunakan senjata nuklir. Wahana yang mengangkut bahan nuklir ditembakkan ke arah asteroid agar jalurnya berubah atau membuatnya menjadi kepingan kecil-kecil agar, saat masuk ke atmosfer bumi, serpihan asteroid itu habis terbakar. Dalam sebuah laporan, NASA menyebutkan berencana melakukan uji coba ini, terutama teknik dengan gravity tractor dan kinetic impactor karena dianggap lebih aman.

Apalagi uji coba tersebut akan dilakukan dekat dengan orbit bumi. Dalam menghadapi ancaman asteroid ini, NASA juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEMA). Tujuannya, membantu memberi peringatan kepada orang-orang di mana pun yang akan menjadi tempat jatuhnya asteroid. Mereka bahkan telah menyiapkan skenario pertolongan yang harus dilakukan bila tumbukan benar-benar terjadi. Untuk memantau pergerakan setiap asteroid yang ada di sekitar bumi, NASA memanfaatkan teleskop raksasa yang ada di bumi. Teleskop ini dapat mendeteksi berbagai obyek yang mengancam bumi dan arahnya. Data yang diperoleh lantas dikirim ke jaringan internasional pengamat asteroid dan Badan Urusan Angkasa Luar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan begitu, negara yang berisiko terhantam asteroid bisa diperingatkan secara dini. “Berkat jaringan Internet, informasi tentang adanya ancaman dari sebuah asteroid dapat disebarkan secara cepat ke seluruh MENGHALAU ASTEROID DARI BUMI NASA menyiapkan skenario penyelamatan bumi dari hantaman asteroid. dunia,” kata Johnson.

“Saat ini informasi seperti itu tak bisa lagi ditutup-tutupi. Meski begitu, sesuai dengan prosedur yang kami miliki, keabsahan informasi harus dicek ulang agar tak terjadi kepanikan di masyarakat.” Kabar baiknya, hantaman asteroid yang bisa menghancurkan bumi tak akan terjadi dalam waktu dekat. “NASA telah mendeteksi adanya 95 persen asteroid berukuran sangat besar yang dapat menyebabkan kehancuran bumi, namun tak satu pun yang benar-benar mengancam dalam satu abad mendatang,” ucap Aaron Miles, yang bekerja untuk program ilmu pengetahuan di Gedung Putih, Washington. Miles menambahkan, penanganan yang tepat bila benar-benar terjadi tabrakan antara asteroid dan bumi bisa memperkecil jumlah korban jiwa. Bahkan, bila dikeluarkan peringatan lebih dini, korban jiwa bisa dihindari. “Tak seperti bencana alam lainnya, tumbukan asteroid dengan bumi sangat bisa diprediksi sebelumnya,” kata Miles.

Christo Ingin Wujudkan Ambisinya

Christo Ingin Wujudkan Ambisinya – JAKARTA — Christopher Rungkat mengincar capaian tertinggi di Asian Games 2018. Petenis berusia 28 tahun itu bertekad mempersembahkan medali dalam pesta olahraga seAsia tersebut. Bermain di depan publiknya sendiri, Christo mempunyai peluang besar untuk meraih medali pertamanya di Asian Games 2018. “Saya harus masuk semifinal dulu. Baru setelah itu fokus ke medali perunggu, perak, atau emas,” ujar Christo saat dihubungi Tempo, Jumat lalu. Dalam Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Christo harus puas mengakhiri turnamen tanpa satu pun medali. Pada nomor tunggal putra, ia hanya sampai babak perempat final sebelum disingkirkan petenis asal India, Yuki Bambri. Sementara itu, pada nomor ganda putra, Christo yang berpasangan dengan Albert Sie juga harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan di pertandingan kedua. Kini, petenis putra andalan Indonesia ini tak akan bermain di nomor tunggal pada Asian Games Jakarta-Palembang nanti. Ia akan berfokus untuk tampil di dua nomor ganda, yakni ganda putra dan ganda campuran.

Di ganda putra, ia akan berpasangan dengan Justin Barki dan di ganda campuran ia tampil bersama Aldila Sutjiadi. Keputusan itu tak mengherankan, mengingat Christo kini berada di peringkat ke-108 dunia pada nomor ganda, seperti dilansir asosiasi tenis profesional (ATP) pada Juli lalu. Sementara itu, peringkat tertingginya adalah menduduki posisi ke-96 dunia di nomor ganda. Ini menjadi modal kuat baginya untuk mengukir prestasi di Asia. Persiapan Christo dalam menghadapi Asian Games beriringan dengan rencananya untuk mengejar peringkat 50 besar dunia di nomor ganda.

Beberapa bulan terakhir, Christo telah mengikuti turnamen di berbagai negara khusus di nomor ganda, dari Thailand, Cina, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, hingga Korea Selatan. Raihan terbaiknya adalah menjadi juara di Challenger Busan, Korea Selatan, dan Challenger Dallas, Amerika Serikat. Dia semakin optimistis dalam menghadapi laga di Asian Games karena akan digelar di Jakabaring, Palembang. Dia mempunyai kenangan manis di venue tersebut karena pernah mempersembahkan tiga medali emas pada SEA Games 2011, yakni nomor tunggal putra, ganda putra, dan beregu putra. “Saya punya track record yang bagus di Palembang dan saya merasa spesial di Palembang dari pengalaman saya sebelumnya,” kata Christo. “Jadi, untuk kembali ke Palembang pada Asian Games pasti momen yang spesial buat saya, dan saya berharap bisa mengulang keberhasilan sebelumnya.” Sebenarnya Indonesia merupakan negara yang terbilang sukses dalam cabang tenis di Asian Games dengan raihan total 15 emas, 6 perak, dan 21 perunggu. Namun, dalam tiga penyelenggaraan Asian Games terakhir, Indonesia tidak sanggup membawa pulang satu pun medali. Terakhir kali, Indonesia meraih medali emas di cabang tenis dalam Asian Games 2002 melalui nomor beregu putri oleh Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja.

Bulu Tangkis Indonesia

Perjuangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu berakhir di babak semifinal kejuaraan dunia 2018 di Nanjing, Cina. Setelah sukses mengempaskan pasangan unggulan pertama dari Cina, langkah Greysia/Apriyani dihentikan pasangan Jepang. Pasangan unggulan kelima ini dikalahkan oleh Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang) pada Sabtu lalu. Hasil ini meleset dari target satu gelar juara yang telah ditetapkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia. Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, yang merupakan salah satu andalan untuk meraih gelar juara, hanya mampu mencapai babak perempat final. “Hasil ini memang tidak sesuai dengan target kami, yaitu satu gelar juara.

Saya sebagai Kabid Binpres dan manajer tim minta maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Susi Susanti kepada Badmintonindonesia.org. Susi mengatakan memang sedih dan kecewa atas hasil ini, tapi pengurus, pelatih, dan pemain harus segera bangkit dan bekerja keras lagi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. “Terutama Asian Games yang sudah di depan mata,” kata Susi, yang meraih juara dunia pada 1993. Bukan kali ini saja Indonesia pulang tanpa gelar juara di Kejuaraan Dunia. Sebelumnya, di Kejuaraan Dunia 2014, 2010, 2009, dan 2006, tak ada pemain Indonesia yang membawa pulang gelar juara. Namun, kabar baiknya, Susi mengapresiasi kemajuan di sektor ganda putri yang tiga pasangannya mampu mencapai perempat final di kejuaraan dunia kali ini. Selain Greysia/Apriyani, dua pasangan lainnya adalah Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

“Saya melihat kemajuan di sektor ganda putri dari segi teknik permainan. Hanya, sayang masih kurang di tenaga, fisik, ketahanan, dan kesabaran dalam melawan pasangan Jepang. Semoga di Asian Games bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi,” kata Susi. Tiga wakil ganda putri Indonesia harus takluk di tangan wakil Jepang. Rizki/ Della dikalahkan oleh Koharu Yonemoto/Shiho Tanaka, 21-17, 12-21, 15-21. Adapun Anggia/Ketut ditundukkan oleh unggulan kedua, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, 17-21, 15-21. Adapun kekalahan Kevin/Marcus, menurut Susi, harus menjadi perhatian serius, karena pola permainan cepat pasangan juara All England dua kali tersebut harus dievaluasi. Kevin/ Marcus dinilai perlu memperbaiki diri, tidak boleh lengah dan cepat puas. “Kevin/Marcus harus ber fokus mengatur irama permainan sejak awal dan berusaha agar pola mereka tidak mudah terbaca lawan,” ujar Susi. Sementara itu, Greysia meminta maaf atas hasil yang mereka dapat bersama Apriyani. Mereka sudah berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik.

“Kami minta maaf karena kami main tidak seperti ekspektasi masyarakat Indonesia, pengurus PBSI, pelatih, bahkan ekspektasi diri kami sendiri,” kata Greysia. Dalam final kejuaraan dunia kali ini, nomor ganda putri dikuasai pemain Jepang dan ganda campuran mempertemukan wakil dari tuan rumah. Sementara itu, ganda putra dan tunggal putra mempertemukan pemain Jepang dan Cina, sedangkan tunggal putri mempertandingkan wakil India dengan wakil Spanyol.

Belenggu Tekanan Ekonomi

http://109.199.119.180/ Presiden Amerika Se rikat Donald Trump mengancam akan me- – ngenakan tarif bea masuk terhadap 124 produk asal Indonesia yang selama ini memperoleh generalized system of preference (GSP) dari pemerintah Amerika. GSP adalah program perdagangan Amerika untuk mendukung negara berkembang dengan membebaskan pajak masuk untuk barang tertentu dari negara tersebut. Jika GSP dicabut, neraca perdagangan Indonesia, yang selama ini surplus terhadap Amerika, akan berubah menjadi defisit. Pada 2017, surplus neraca perdagangan itu mencapai US$ 9,67 miliar, naik dari US$ 8,84 miliar pada 2016. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia-Cina mencatatkan peningkatan defisit dari tahun ke tahun. Pada 2013 angka defisit baru US$ 6,62 miliar, sedangkan pada 2017 sudah mencapai US$ 9,67 miliar. Impor dari Cina pada periode yang sama membengkak, dari US$ 29,85 miliar ke US$ 35,77 miliar. Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia sudah menunjukkan tandatanda mengkhawatirkan.

Pada Januari-Juni 2017 neraca masih surplus US$ 7,67 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun ini neraca justru defisit US$ 1,02 miliar. Dalam lima tahun terakhir, impor Indonesia membengkak, sedangkan ekspor menunjukkan tren penurunan. Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika selama lima bulan terakhir sudah mencapai 6,3 persen. Kurs rupiah yang sudah di level 14.520 per dolar itu bisa terus melemah hingga menembus 15 ribu per dolar. Ada cukup banyak alasan yang membuat dunia usaha merasa terusik. Defisit neraca perdagangan itu akan memperbesar defisit neraca transaksi berjalan dan menekan neraca pembayaran. Memburuknya ekonomi makro tentu akan menggerus pasar modal. Para investor asing akan lebih banyak menjual daripada membeli saham dan obligasi. Sejak awal tahun hingga akhir pekan ketiga Juli 2018, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpangkas 7,6 persen ke level 5.872. Penyebab utamanya adalah net selling asing yang sudah menembus Rp 50,85 triliun. Memang kondisi fiskal digadang-gadang cukup aman, setidaknya ada usaha pengetatan yang cukup serius. Defisit APBN selama semester pertama 2018 dapat ditekan di level 0,75 persen dari produk domestik bruto. Pada periode yang sama 2017, defisitnya 1,29 persen.

Tapi membaiknya kondisi fiskal itu antara lain disebabkan kebijakan yang justru kurang produktif untuk sektor riil. Banyak pelaku usaha yang merasa tertekan oleh petugas pajak yang mengejar target. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga tertekan akibat kebijakan perpajakan yang mengenakan pajak penghasilan terhadap omzet, bukan laba bersih. Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) sudah menggunakan sejumlah jurus untuk meredam depresiasi rupiah. Suku bunga acuan BI (7-Day Reverse Repo Rate) sudah tiga kali dinaikkan. Terakhir, Dewan Gubernur BI mempertahankannya di level 5,25 persen. Jika suku bunga The Fed (bank sentral Amerika), yang kini di level 1,75-2,00 persen, dinaikkan lagi, setidaknya ke level 3,75-4,00 persen, suku bunga acuan BI tentu perlu dikerek ke level 5,75- 6,25 persen. Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk mencegah Indonesia masuk dalam krisis. Mengetatkan suku bunga di saat sektor riil membutuhkan gelontoran likuiditas tentu akan mengganggu pertumbuhan. Terobosan intermediatif perbankan dipastikan akan mengendur terhadap sektor riil. Ekspor mau tak mau harus digenjot dengan menjajaki pasar lain di luar Amerika dan Eropa. Dibanding negara-negara tetangga, ekspor Indonesia masih kalah jauh. Dengan penduduk 265 juta jiwa, ekspor Indonesia hanya sekitar US$ 168,73 miliar pada 2017. Angka tersebut bahkan tidak sampai separuh dari angka yang ditorehkan Singapura, yang menembus US$ 373,24 miliar, meski penduduknya hanya 5,6 juta. Ekspor Vietnam, Malaysia, dan Thailand juga makin meninggalkan Indonesia dengan masingmasing mencapai US$ 160 miliar, US$ 184 miliar, dan US$ 231 miliar. Jadi, ada baiknya rencana pemerintah memberi insentif atau subsidi bagi industri makanan, furnitur, hingga karet yang berorientasi pasar mancanegara segera direalisasi. Pemerintah juga perlu segera mengidentifikasi masalah perizinan, bahan baku, bea keluar, dan bea masuk yang dihadapi para eksportir.

Semakin Awet dan Cepat bagian 2

Perbedaan lain yang terdapat pada micro USB Oppo dengan micro USB smartphone lainnya, adalah pin-nya. Pin pada micro USB Oppo sebanyak tujuh pin, sedangkan pada micro USB smartphone lainnya hanya terdapat lima pin. Banyaknya pin yang terdapat di Oppo berfungsi mengaktifkan pengaman arus listrik lapis ketiga. Untuk pengaman lapis lima, Oppo masukan di dalam baterai, agar baterai tidak mengalami kelebihan arus listrik.

Teknologi VOOC Rapid Charge sudah memasuki generasi yang kedua. Pada generasi saat ini, Oppo membuat adapter dalam bentuk yang jauh lebih kecil. Walaupun generasi saat ini bentuk adapter Oppo jauh lebih kecil dari adapter Oppo sebelumnya, namun kecepatan mengisi dayanya, secepat VOOC Rapid Charge generasi sebelumnya. Teknologi teranyar yang dikembangkan Oppo pada generasi saat ini, sering disebut sebagai VOOC Rapid Charge mini.

Oppo membutuhkan waktu selama hampir tiga tahun, untuk mengembangkan teknologi VOOC Rapid Charge Mini ini. Selama hampir tiga tahun itu, Oppo mengkaji ulang port USB, adapter, komponen pengisian daya dari baterai, kabel data, dan sirkuit pengisian daya, untuk memberikan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Teknologi VOOC Rapid Charge dimiliki oleh varian Oppo Find 7, 7a, R5, dan N3.

Semakin Awet dan Cepat

Teknorus.com – Perkembangan zaman membuat manusia tidak dapat terlepas dari smart- phone. Aktivitas seharihari pun 90% didominasi oleh interaksi dengan ponsel. Mulai dari yang bersifat hiburan hingga kantoran. Daya tahan baterai pun dibutuhkan. Agar semua kegiatan tak terganggu saat dijalankan.

Baca juga : Gudang Movie

Banyak perusahaan smartphone pun mengembangkan beragam teknologi baterai. Tujuannya, agar smartphone dapat awet dan pengisian daya cepat penuh. Berikut ulasannya. Qualcomm Quick Charge 2.0 Qualcomm Quick Charge 2.0 adalah generasi berikutnya dari teknologi pengisian cepat untuk perangkat yang didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdagon.

Dengan pangsa pasar untuk perangkat yang lebih kuat saat ini, baterai Li-ion meningkatkan kapasitas untuk memperpanjang usia baterai. Teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0, adalah teknologi yang dapat mempersingkat pengisian daya smartphone Anda. Dalam tes laboratorium yang menggunakan baterai 3300 mAh, teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0 dapat mengisi hingga 60% dalam kurun setengah jam.

Sementara teknologi sebelumnya, Qualcomm Quick Charge 1.0, hanya dapat mengisi hingga 30% dalam kurun setengah jam. Sedangkan teknologi konvensional hanya dapat mengisi hingga 12% dalam waktu yang sama. Dari data tersebut, dengan menggunakan teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0, Anda dapat mengisi daya smartphone 5x lebih cepat dari teknologi konvensional.

Ini membuktikan bahwa teknologi Qualcomm Quick Charge 2.0, merupakan teknologi mutakhir yang dapat mengisi daya smartphone Anda secara cepat, dengan tempo waktu yang singkat. Smartphone yang menggunakan teknolgi Qualcomm Quick Charge 2.0 seperti Sony Experia Z3, Droid Turbo, HTC One, Nexus 6, Samsung Galaxy Note 4, dan Sony Experia Tablet Z2. VOOC Rapid Charge VOOC Rapid Charge merupakan teknologi yang diperkenalkan Oppo sebagai solusi pengisian daya secara cepat di smartphone Anda.

Dengan menggunakan teknologi VOOC Rapid Charge, baterai dapat mengisi hingga 75% persen hanya dalam waktu setengah jam. Teknologi VOOC Rapid Charge mempunyai 16 hak paten, sehingga tak heran adapter Oppo berbeda dengan adapter smartphone lainnya. VOOC Rapid Charge dikendalikan oleh sebuah chip yang bernama MCU. Chip tersebut terdapat di dalam sebuah adapter. MCU mempunyai tugas untuk mengontrol konversi dan tegangan arus listrik yang masuk ke dalam perangkat Oppo.

Selain itu MCU menjalankan pengendalian pada output tegangan arus listrik ke port USB, sel baterai, dan kabel data. Untuk menjamin keamanan pada saat pengisian, Oppo memberikan dua pengaman panas pada kabel, baterai, adapter, dan ponsel. Pengaman ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya konslet atau hubungan arus pendek, saat proses pengisian daya ke perangkat Oppo.

Risoles Sebagai Menu di Catering Nasi Box jakarta Bagian 2

Untuk reseller yang memiliki penjualan bagus, Nisa bahkan tak segan meminjamkan freezer untuk mendukung kelancaran usaha reseller-nya. Ia juga meluncurkan layanan antar bagi para reseller dengan minimal pengiriman 150 pak untuk kawasan Jabodetabek.

Tentu saja biaya pengiriman dibebankan kepada reseller sejumlah Rp 1.000 untuk setiap pak. Metode berjualan para reseller pun bermacam-macam. Ada yang menjualnya matang, ada juga yang tetap memasarkan risoles beku di tempat kerjanya, atau memasok ke sejumlah pasar.

Tak heran jika sejumlah resellernya kini dapat ikut menikmati kehidupan yang lebih baik. Selain menambah uang belanja, juga bisa untuk mencicil motor, membeli asuransi, dan aneka kebutuhan lainnya. “Melihat mereka ikut maju, saya tentu merasa senang dan bahagia,” tuturnya.

Risoles Sebagai Menu di Catering Nasi Box jakarta

Risoles Sebagai Menu di Catering Nasi Box jakarta – Kekhawatiran ketika menjual produk yang sudah banyak dijual orang adalah bagaimana mengalihkan kebiasaan orang membeli pada suatu tempat ke tempat kita. Tentu ini tidak mudah. Winery merasakan kekhawatiran hal yang sama ketika ia memutuskan untuk menjual risoles. Padahal ia yakin, dengan cara jual yang tepat, masih ada peluang berjualan risoles. Terutama setelah melihat sang kakak yang suskses berjualan risoles matang di kawasan UI Depok.

Ia menyadari, produk yang dibuatnya harus berbeda dan tahan lama agar tidak rugi bila tidak terjual dalam satu kali produksi. Karena itu Nisa, nama panggilannya memutuskan untuk menjual risoles beku. Cara ini memang memecahkan kekhawatiran kalau produk tidak terjual habis, tetapi ada kendala yang lain lagi. Risoles yang dijual beku ini tidak bisa menyebar luas sekalipun dijual di toko. Karena itu ibu 4 anak ini kemudian memutuskan untuk memiliki reseller, seseorang yang bisa memasarkan produknya.

Maksimalkan Freezer Di Rumah

Setelah berdiskusi dengan sang suami, Eko Suwardiyanto (43), mereka menemukan formula jualan yang tepat. Cara tersebut harus memungkinkan siapa saja bisa ikut memasarkan produknya walaupun tidak memiliki freezer besar yang khusus. Nisa menggunakan sistem reseller dengan harga paket sangat terjangkau, yaitu Rp 200 ribu.

Dengan uang sejumlah itu para reseller mendapatkan satu pak untuk setiap jenis risoles, atau totalnya 9 pak. Karena jumlah risolesnya tidak banyak, mereka bisa menyimpannya di dalam freezer rumah tangga yang menyatu dengan kulkas. “Daripada hanya digunakan untuk membuat es atau menyimpan makanan, saya imbau ibu-ibu memanfaatkan kulkasnya untuk menghasilkan duit,” saran Nisa.

Bayangkan jika beberapa rumah di suatu wilayah bisa memanfaatkan kesempatan ini, tentu akan banyak sekali reseller yang memiliki kesempatan untuk menikmati bisnis ini. Terbukti ternyata cara ini berhasil. Nisa kini berhasil mengumpulkan 100 reseller yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, serta Bandung. “Di luar daerah ini kami masih terkendala soal distribusi yang bisa menjaga risoles agar tetap beku,” sambungnya lagi.

Rumah Knockdown Murah dan Cepat Bagian 2

Lantai, Dinding, Atap

Setelah struktur utamanya berdiri, barulah atap, dinding, dan lantai dipasang. Untuk dinding tersedia 3 komponen. Pertama, partisi masif yang merupakan pembatas tidak tembus padang, terbuat dari panel gipsum. Berikutnya adalah panel pintu dan jendela. Ketiga partisi (panel) ini memiliki ukuran sama, yaitu 120cm x 140cm. Untuk atap, bisa menggunakan rangka atap biasa dari material kayu (solid atau olahan) atau baja ringan, dengan penutup atap dari seng atau fiber semen bergelombang.

Sedangkan lantai, bisa menggunakan bahan lantai yang dikembangkan para peneliti RISHA, seperti ubin PC abu-abu. Tetapi bisa dimodifi kasi dengan paving block. Semua komponen pembentuk RISHA dirancang sedemikian rupa agar mudah dibongkar pasang. “Pola pembangunannya mengacu pada permainan anak, Lego dan Tamiya,” ujar Arief.

Rumah Knockdown Murah dan Cepat

Bukan hanya furnitur yang punya teknologi knockdown. Rumah pun bisa dirakit di lokasi dengan mudah dan sangat cepat, layaknya merakit permainan Lego. T ahukah Anda bahwa kebutuhan rumah tinggal di Indonesia sangat tinggi? Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, kebutuhannya mencapai 3,5% per tahun, atau sekitar 729.000 unit per tahun.

Baca juga : outdoor furniture

Tiap tahun kebutuhan ini terus meningkat dan tahun ini (2014) diperkirakan mencapai 13 juta unit rumah. Tentu, kebutuhan ini harus dijawab dengan percepatan pembangunan rumah yang harganya terjangkau. Dengan latar belakang ini, Puslitbang Permukiman, yang bernaung di bawah Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum, mengembangkan produk yang dikenal dengan nama RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). RISHA menjadi begitu istimewa karena rumah bisa dirakit di lokasi dengan sangat cepat.

Komponenkomponen yang digunakan merupakan buatan pabrik sehingga kualitas terjamin. “Jika semua komponennya sudah tersedia, pengerjaan satu unit rumah seluas 36m2membutuhkan waktu 3 hari,” kata Dr. Ir. Arief Sabaruddin, CES., Peneliti Madya Bidang Perumahan dan Permukiman Pusat Litbang Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum. Tidak hanya itu, harga rumah knockdown juga sangat murah. “Hanya Rp1,4 juta/m2. Untuk rumah siap huni seluas 36 m2, biayanya Rp50,4 juta,”ujar pencetus RISHA ini.

Panel Beton untuk Struktur

Keunggulan RISHA terletak pada sistem strukturnya. Tidak seperti rumah pada umumnya, komponen struktur utamanya berupa panel beton bertulang yang terdiri dari 3 ukuran, yakni panel P1 berukuran 10cm x 30cm x 120cm, panel P2 berukuran 10cm x 20cm x 120cm, dan panel P3 (simpul) berbentuk “L”, dengan ukuran 10cm x 30cm x 30cm.

Ketiga jenis panel beton itulah yang digunakan untuk membuat konstruksi sebuah rumah, tidak ada bahan lain. Bahkan, untuk pondasi dan sloof, panel-panel itu juga yang dimanfaatkan. Panel-panel ini kemudian digabungkan dengan baut biasa yang banyak ditemukan di pasaran. Baut yang digunakan untuk merakit panel-panel struktur ini berdiameter 12mm, sedangkan untuk bagian nonstruktural berdiameter 10mm. Untuk pondasi, agar tak berkarat, sebaiknya digunakan jenis baut galvanis.